Aksi Ngoboi Kang Slamet Membuat WP dan PP Kalang Kabut

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Setelah dilantik menjadi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Slamet Yantoko langsung membuat gebrakan. Tentu saja aksinya ini membuat staf dan Wajib Pajak (WP), kalang kabut.
Bahkan bukan hanya Wajib Pajak (WP) yang ketar-ketir, tapi Pemungut Pajak (PP) pun menjadi ‘tidak enak badan’. Karena ternyata temuan dilapangan, mereka kerap ‘memainkan’ hasil pungut pajak sebelum disetor ke Bapenda.
Hal itu diketahui, setelah Tim Bapenda melakukan evaluasi pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pada tahun 2025 tidak maksimal. Ternyata hasil pemungutan PBB oleh Pemungut Pajak masih dipakai untuk kepentingan lain sebelum disetor ke Bapenda.
Slamet, sapaannya mengatakan, secara umum capaian pajak daerah pada akhir Desember 2025 sekitar 90 persen. Realisasi pajak daerah sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) berada di angka 89 persen.
“Untuk PBB, realisasi berada di kisaran 74,9 persen. Berdasarkan laporan dari sejumlah Camat, masih banyak kendala dilapangan. Antara lain, digunakannya hasil pungut PBB oleh petugas,” jelasnya.
Karena, lanjutnya, pada tahun 2025 sistem pungut pajak menggunakan cara tradisional. Pada tahun ini rencananya Bapenda akan menggunakan system digital, untuk mengurangi tingkat kebocoran hasil pungutan pajak.
Kendala lainnya, Petugas Pemungut Pajak juga tidak menyetor seluruh hasil pungutannya pada WP. Dengan alasan sebagai insentif pajak. Padahal insentif pajak akan diberikan setelah hasil pungut pajak disetor ke Bapenda.
Insentif pajak adalah, pertama, biaya mengantar SPPT pada WP, @Rp1.000,00. Jika WP bayar lunas, petugas dapat insentif lagi @Rp5.000,00, jadi total Rp6.000,00. Kalau penarikan pajak sukses, Kades juga mendapatkan reward dari Pemerintah.
“Jika pungut pajak tetap menggunakan system konvensioanal, maka berpotensi akan disalahgunakan oleh petugas. Sebab bisa saja, akibat kenakalan petugas, WP sudah bayar pajak, tetapi di Bapenda tercatat belum bayar pajak,” pungkasnya. (Syamsul Arifin/Bernas)



