Anggaran Rp1,9 Miliar Siap Digunakan: Angkutan Pelajar Gratis Resmi Beroperasi di Malang

BeritaNasional,ID. Kota Malang – Pemerintah Kota Malang menyiapkan anggaran sebesar sekitar Rp1,9 miliar untuk meluncurkan program angkutan pelajar gratis, sebagai langkah meringankan beban biaya transportasi sekaligus mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan sekolah. Program ini resmi beroperasi setelah melalui proses persiapan menyeluruh, mencakup penyusunan regulasi, penetapan spesifikasi kendaraan, verifikasi persyaratan, uji kelayakan, hingga kelengkapan administrasi. Peluncuran dilakukan pada Senin (31/8/2026).
Peresmian program ditandai dalam sebuah upacara yang dihadiri Wali Kota Malang, Dr. Ir. H. Wahyu Hidayat, M.M., bersama unsur pimpinan daerah, jajaran DPRD, Kapolresta Malang Kota, Kodim 0833, dan Kejaksaan Negeri Malang. Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih atas dukungan seluruh pihak yang telah mendampingi proses persiapan hingga peluncuran ini.
“Alhamdulillah hari ini, 31 Agustus, angkutan pelajar sudah kita luncurkan dan mulai beroperasi. Terima kasih atas dukungan Kapolresta, DPRD, Kodim, dan Kejaksaan,” ujar Wahyu di hadapan hadirin.
Pendanaan program pada tahap awal bersumber dari anggaran Pemkot Malang sebesar sekitar Rp1,9 miliar, yang dikelola melalui skema Buy The Service (BTS). Besaran biaya layanan kepada pengemudi dan pengelola dihitung berdasarkan jarak tempuh kendaraan, guna menjamin transparansi, efisiensi, dan keadilan dalam penyaluran anggaran.
Seluruh biaya layanan pun ditanggung pemerintah, sehingga pelajar dapat memanfaatkannya secara cuma-cuma. Pemerintah juga membuka ruang luas bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan terkait pengelolaan anggaran, agar dana yang telah disiapkan dapat dimanfaatkan semakin tepat sasaran dan efisien.
“Ini adalah bagian dari skema BTS, buy the service, untuk bisa melayani masyarakat dan saat ini fokus utama kita adalah pelajar,” jelas Wahyu.
Sebanyak 66 unit kendaraan telah disiapkan dan resmi mulai beroperasi melayani rute-rute yang telah ditetapkan. Termasuk di dalamnya sejumlah angkota yang telah memenuhi standar kelayakan dan persyaratan teknis, yang kemudian diarahkan untuk mendukung program ini agar tetap dapat beroperasi dan memperoleh pendapatan melalui skema pembayaran layanan.
Setiap kendaraan dibatasi kapasitas maksimal delapan orang penumpang per perjalanan, demi menjamin keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan. Masyarakat dan pelajar pun dipersilakan memberikan masukan apabila menemukan kendaraan yang dinilai belum memenuhi standar kelayakan, kebersihan, atau kenyamanan yang diharapkan.
Layanan angkutan pelajar ini beroperasi mulai pukul 05.45 WIB, dengan jadwal penjemputan pulang sekolah sekitar pukul 14.45 WIB. Pemkot telah menetapkan jalur serta titik pemberangkatan dan penurunan penumpang yang disesuaikan dengan sebaran sekolah dan kebutuhan perjalanan pelajar.
Seluruh armada dilengkapi perangkat pemantauan GPS guna memastikan kepatuhan terhadap rute yang telah ditetapkan. Pengemudi juga terikat aturan ketat selama bertugas. Pemerintah pun meminta masukan langsung dari pelajar apabila terjadi penyimpangan rute, ketidaktepatan waktu, atau pelanggaran aturan lainnya, agar dapat segera ditindaklanjuti. “Kalau ada hal yang memang dilanggar, pelajar boleh menyampaikan langsung kepada kami, dan kami akan mengambil tindakan tegas,” tegasnya.
Program ini secara khusus menyasar pelajar, terutama siswa SMP yang selama ini banyak menggunakan kendaraan pribadi untuk berangkat dan pulang sekolah. Dengan adanya layanan gratis ini, Pemkot berharap jumlah kendaraan pribadi yang melintas pada jam berangkat dan pulang sekolah dapat berkurang secara signifikan. Pemerintah juga akan berkoordinasi secara berkala dengan pihak kepolisian dan sekolah untuk mengatur lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan.
Masyarakat dipersilakan menyampaikan masukan mengenai titik kemacetan maupun rute yang dinilai belum optimal, guna meningkatkan efektivitas layanan dalam mengurai kepadatan jalan.
“Kami sudah siapkan fasilitas ini sebaik mungkin untuk para pelajar. Tentunya kami berharap mereka bisa memanfaatkannya dengan baik. Selain mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan umum, kami juga berharap kepadatan lalu lintas pada jam berangkat sekolah dapat berkurang,” ungkapnya.
Mengingat pelaksanaannya masih dalam tahap awal, program ini akan terus dievaluasi secara berkala demi perbaikan berkelanjutan. Pemerintah Kota Malang secara terbuka meminta masukan, saran, maupun kritik yang membangun dari masyarakat dan para pelajar, guna menyempurnakan seluruh aspek pelayanan ke depannya.
Setiap masukan yang masuk akan menjadi bahan evaluasi resmi agar program semakin baik dan benar-benar bermanfaat bagi para pengguna. Pemkot juga membuka peluang dukungan pendanaan tambahan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur ke depannya, guna memperluas jangkauan dan kapasitas layanan seiring dengan hasil evaluasi yang diperoleh.
Secara menyeluruh, program angkutan pelajar gratis ini diharapkan tidak sekadar menjadi sarana transportasi pengganti kendaraan pribadi, melainkan juga mampu membentuk budaya tertib berlalu lintas, meringankan beban ekonomi masyarakat, serta memberikan kontribusi nyata dalam mengurai kemacetan di kawasan sekolah. Evaluasi menyeluruh akan terus dilakukan demi pengembangan layanan yang semakin baik dan berkualitas ke depannya. (den/Ady)



