Nasional

Anggota DPR RI Menilai, Pedagang Pasar Tradisional Layak Mendapat Stimulus Covid-19

BeritaNasional.ID JAKARTA – Tak bisa di pungkiri para pedagang di pasar tradisional pasti ikut terdampak wabah virus Corona (Covid-19) akibat lemahnya daya beli masyarakat yang membuat pasar-pasar sepi pembeli.

Melihat hal tersebut Anggota Komisi VI DPR RI Nasim Khan menilai para pedagang tersebut juga layak mendapatkan stimulus Covid-19 berupa bantuan sosial dari pemerintah pusat. Jumat 4/9/2020.

“Para pedagang di pasar tradisional termasuk kelompok yang rentan terhadap dampak buruk Covid-19. Mereka termasuk golongan yang layak menerima bantuan untuk membantu menggerakkan roda perekonomian mereka,” kata Nasim dikutip dari www.dpr.go.id.

Masih dikutip dari www.dpr.go.id Nasim mengatakan beberapa waktu lalu, Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) merilis fakta bahwa dalam sebulan terakhir omzet pedagang pasar tradisional terus mengalami penurunan hingga 60 persen selama Covid-19 mewabah.

“Pemerintah dan masyarakat masih terus berjuang mengatasi masalah ini. Berbagai stimulus kebijakan ekonomi telah diterapkan guna memitigasi dampak buruk wabah Covid-19, Kita harus optimistis, jika wabah sudah berakhir, aktivitas ekonomi masyarakat akan kembali seperti semula. Pasar tradisional akan kembali ramai seperti sediakala,” Lanjutnya

Pandemi Covid-19 memang telah mengganggu semua aktivitas ekonomi masyarakat di semua sektor. Bahkan, menurut data BPS, pertumbuhan ekonomi tercatat negatif di kuartal II 2020, kecuali pertanian yang masih tumbuh positif 16,24 persen.

 Dikatakan lebih lanjut oleh legislator dapil Jatim III itu. Jika pemerintah sudah berusaha keras menanggulangi dampak buruk Covid-19. Virus ini bukan saja mengancam kesehatan, melainkan juga mengganggu perputaran ekonomi masyarakat. Hal ini terjadi di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia.

“Kita berharap tahun depan vaksin sudah dapat diberikan secara massal kepada seluruh masyarakat, sehingga semua kegiatan usaha kembali pulih,” harap Nasim.

Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itupun melanjutkan bahwasannya Pandemi Covid-19 memang telah mengganggu semua aktivitas ekonomi masyarakat di semua sektor. Bahkan, menurut data BPS, pertumbuhan ekonomi tercatat negatif di kuartal II 2020, kecuali pertanian yang masih tumbuh positif 16,24 persen.

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close