ACEH

Berharap Kopi Robusta Lamno kembali Jaya

0Beritanasional.Id, Calang – Sejak puluhan tahun lalu masyarakat kecamatan Jaya (Lamno), khususnya kemukiman Pante cermin sudah membudidaya kopi jenis Robusta. Banyak keluarga menggantungkan ekonomi keluarganya pada berkebun kopi atau bekerja pada kebun kopi milik warga yang ada.

Konflik yang melanda Aceh 1998- 2004 telah membuyarkan semua harapan di sejumlah gampong di Kemukiman Pante Cermin itu, karena banyak kebun kopi milik warga yang terpaksa dibiarkan begitu saja karena khawatir faktor keamanan. Mengapa tidak Kemukiman Pante cermin termasuk salah satu Bazis GAM dari sejumlah titik Bazis GAM Meureuhom daya saat itu.

Namun, seiring bencana Gempa bumi dan Tsunami melanda Aceh, pada 26 Desember 2004, konflik berakhir dan masyarakat mulai kembali melirik perkebunan andalan yang sudah dilakukan secara turun temurun itu. Meski demikian, Perkebunan kopi yang dikenal kualitas Robustanya itu hanya terdapat di lima Gampong di Kemukiman Pante Cermin Kecamatan jaya itu telah dipacu, tapi belum mampu membuahkan hasil yang optimal sebagaimana yang diharapkan.

Salah satu persoalan yang kerab dikeluhkan Petani, adalah soal modal dan pasar. Dimana untuk membangun satu petak kebun Kopi seluas 1 hektar atau 10 ribu meter persegi, sedikitnya petani harus menyiapkan modal minimal Rp 20 juta. Modal tersebut digunakan untuk pengadaan kawatduri dan tiang pagar agar tidak diganggu oleh ternak kerbau liar, biaya pengadaan bibit kopi dan upah pekerja untuk sejumlah pengerjaan hingga tuntas penanaman bibit kopi di tanah.

Sementara, pasar yang tidak menentu dalam menampung hasil perkebunan warga, terkadang Petani kebun kopi kerab mengeluhkan, murahnya harga beli di pasaran bahkan tidak jarang harga kopi naik turun, mengakibatkan Petani merugi. Hasil perkebunan yang dijual petani ke pasar masih dalam katagori setengahjadi dan belum ada unit yang mampu menampung secara kotiniyu dan dapat mendorong permodalan bagi petani kebun.

Keluhan tersebut mendapat respon positif dari salah seorang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Jaya, Hazami, S.Pd. melalui pesan Whast App kepada media ini, Hazami mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah (Bupati) setempat untuk dapat memberikan perhatian serius terhadap sektor perkebunan Kopi dimaksud.

“Kita sudah bicarakan sejumlah aspirasi masyarakat petani kopi ini dengan pemerintah daerah dan sudah mendapat respon, mudah mudahan dapat terealisasi dengan cepat,” tulis Hazami.

Lebihlanjut sambung Hazami, Kopi Lamno atau kopi dari Kemukiman Pente Cermin, adalah salah satu komuditi unggulan Aceh Jaya, dengan demikian besar harapan masyatakat, sektor perkebunan kopi yang notabennya hanya dapat diproduksi di Kemukiman Pante Cermin yakni di Gampong Pante Cermin, Sabet, Mareue, Sango, dan Lam Asan ini, dapat kembali jaya seperti pada masa masa dahulu.

“Harapan kita dengan mendapat posisi Kopi Kemukiman Pante Cermin sebagai salah satu Produk unggulan Kabupaten Aceh Jaya, Maka Kopi lamno ini dapat krmbali Jaya,” demikian tulis Hazami.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun media ini, bahwa aktivitas Budidaya Kopi jenis Robusta itu, selama ini dilakukan warga masih sebatas untuk mengisi area lahan kosong usai memanen tanaman tanaman usia singkat, misalnya padi, kacang tanah, dan sejumlah sayur mayur lainya, tehnik yang digunakan masih berpodoman pada tatacara tradisional yang diadopsi dari warisan turun temurun, demikian halnya dengan penggunaan bibit juga belum mengarah kepada bibit unggul seutuhnya. Tapi hasil yang diperoleh petani terkadang menembus angka 1 ton lebih biji Kopi kering pertahun perhektar.

Sejumlah petani obtimis, jika dirinya mendapat pembinaan dan tehnik yang benar dalam proses budidaya tanaman Kopi tersebut dan didukung oleh Bibit unggul, maka jumlah ptoduksi yang dapat diperoleh jauh lebih besar dibandingkan hasil yang diperoleh petani saat ini. (Alan)

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close