DaerahSitubondo

BPBAP Budidayakan Pakan Alami Phronima

BeritaNasional.ID, SITUBONDO – Untuk menekan biaya produksi para petambak tradisional, intensif dan pengusaha hatchery, Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Kabupaten Situbondo mulai mengembangkan atau memproduksi pakan alami Phronima (sejenis udang kecil-kecil atau renik, red). Inovasi pakan alami ini terus digalakan oleh BPBAP Situbondo, Rabu (26/8/2020).

Kepala BPBAP Situbondo, Nono Hartanto mengatakan bahwa, pihaknya telah merintis budidaya phronima yang bibitnya diambil dari daerah Sulawesi. “Selama ini pemilik hatchery dan para pembudidaya memberi pakan udang rebon. Sedangkan, ketersedian udang rebon tergantung dari musim. Untuk itu, BPBAP melakukan rekayasa teknologi budidaya Phronima,” katanya.

Pakan alami Phronima ini, sambung Kepala BPBAP Situbondo, dapat menekan biaya produksi para petambak maupun pemilik hatchery. Sebab, pakan alami phronima ini bisa berkembang biak dengan baik dan bisa mengurai kerusakan dasar tambak. “Para pembudidaya di Situbondo selama ini mengambilnya udang rebon untuk pakan benihnya dari Banyuwangi. Tapi, sekarang di BPBAP Situbondo sudah tersedia pakan alami phronima,” ujarnya.

Untuk sementara, imbuh kepala BPBAP Situbondo, hasil budidaya phronima ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan internal. “Budidaya phronima ini, sebenarnya bisa untuk dikomersialkan. Namun untuk saat ini hasil budidaya phronima baru bisa memenuhi kebutuhan internal,” tuturnya.

Di Situbondo industri benih ikan, kata Nono Hartanto, bagus dan terbesar di Indonesia serta bisa mencukupi kebutuhan Nasional. Akan tetapi sejauh ini belum ada yang membudidaya pakan untuk benih. “Budidaya pakan alami phronima ini akan terus kita kembangkan agar para petambak dan pemilik hatchery bisa merasakan murahnya biaya produksi menggunakan pakan alami phronima,” pungkasnya. her

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close