BUMA Satukan Umat Lintas Agama, Dorong Kerukunan dan Pemberdayaan Ekonomi

BeritaNasional.ID MEDAN, SUMUT — Perhelatan budaya dan seni Gendang Guro-guro Aron muda-mudi dirangkaikan dengan acara buka puasa bersama dalam rangka Moderasi Agama di Kecamatan Delitua, Kabupaten Deliserdang, Jumat sore (20/2/2026) di Jambur Taras Delitua, berlangsung meriah dan penuh nuansa kebersamaan.
Acara ini dihadiri berbagai tokoh agama dari kalangan Kristen, Islam, Buddha, dan Hindu, serta unsur pemerintah daerah dan masyarakat lintas iman, diantaranya anggota DPD RI Pdt Penrad Siagian, Bupati Deliserdang yang diwakili Kadis Pariwisata Deliserdang Yudi Irmawan, para pendeta, pertua dan diaken GBKP Runggun Delitua, tokoh agama Islam, Hindu dan Budha.
Ketua Panitia yang juga Ketua Badan Usaha Moderasi Agama (BUMA) Delitua, Budi Tarigan, didampingi Sekretaris Silau Sembiring, Bendahara Dk Didy Tarigan serta Penasehat Pdt Darius Sembiring dan Purnama Ginting, mengatakan kegiatan ini digelar untuk mempererat hubungan antarumat beragama di Delitua.
“Kita semua bergabung dalam wadah BUMA yang bergerak di bidang moderasi atau hubungan antarumat beragama, sekaligus sebagai badan usaha yang siap mensejahterakan seluruh anggota dari berbagai latar belakang agama,” ujar Budi Tarigan.
Ia menambahkan, kegiatan budaya tersebut juga dirangkaikan dengan buka puasa bersama umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah Ramadan, sebagai simbol kebersamaan dan saling menghormati.
Sementara itu, Penasihat BUMA Pdt Darius Sembiring menjelaskan bahwa pendirian BUMA bertujuan menjaga dan memperkuat kerukunan antarumat beragama sekaligus membangun usaha bersama demi kesejahteraan masyarakat.
“Di Indonesia saat ini hanya ada dua BUMA, yakni di Delitua dan Klaten. Delitua dijadikan pilot project untuk menjalin kerja sama antarumat beragama dengan mengadopsi dan menggali kearifan lokal. Sejak dahulu, Delitua dikenal sebagai daerah yang sangat kondusif dalam kehidupan lintas agama,” ujarnya.
Menurutnya, BUMA menargetkan seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat program ini melalui pembentukan badan usaha bersama yang dikelola secara kolektif dengan sistem pembagian hasil yang adil.
Program awal yang telah dijalankan, yakni kegiatan anak muda melalui Gendang Guro-guro Aron, yang dipadukan dengan buka puasa bersama sebagai wujud cinta damai dan pelestarian budaya lokal tanpa membedakan latar belakang agama.
Sedangkan anggota DPD RI, Pdt Penrad Siagian, yang membuka acara dengan pemukulan gong, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung dan bergabung dalam BUMA dan
menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan lintas agama sebagai fondasi pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat.
Sementara itu, Bupati Deliserdang melalui Kepala Dinas Pariwisata Deliserdang, Yudi Irmawan, menyampaikan apresiasi atas terbentuknya BUMA dan inisiatif ini sebagai langkah nyata menyatukan umat beragama sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat melalui badan usaha bersama.
Acara berlangsung dalam suasana hangat, diselang-delingi dengan menari bersama dengan penuh kekeluargaan serta semangat persaudaraan, menjadi bukti bahwa budaya lokal dapat menjadi jembatan pemersatu dalam membangun harmoni dan kesejahteraan bersama. (Kiel/Bernas)



