Jawa TimurProbolinggo

Cegah Pernikahan Dini, KUA Kanigaran Bekali Ratusan Siswa SMAN 4 Probolinggo lewat Program BRUS

BeritaNasional.ID, PROBOLINGGO JATIM – Dalam upaya menyelamatkan masa depan generasi muda, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kanigaran menggelar sosialisasi Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di SMAN 4 Probolinggo, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan ini diikuti sekitar 150 siswa-siswi dan difokuskan pada edukasi bahaya pernikahan dini serta penguatan motivasi belajar.

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala SMAN 4 Probolinggo, Untung Biyono, Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kesiapan mental, pendidikan, serta pemahaman regulasi sebelum memasuki jenjang pernikahan.

“Kami berharap para siswa lebih fokus menyiapkan masa depan melalui pendidikan dan prestasi, bukan terburu-buru melangkah ke pernikahan,” ujarnya.

Turut hadir Kepala KUA Kanigaran, Mohammad Anwar Sadad, didampingi Ketua DWP KUA Kanigaran Salimatin serta Ketua DWP SMAN 4 Probolinggo. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi wujud sinergi dalam mengawal tumbuh kembang remaja di lingkungan sekolah.

Materi sosialisasi disampaikan secara interaktif oleh tim Penyuluh Agama Islam KUA Kanigaran, yakni Mohammad Thoyib Maulana, Husnan, Musyrifah, dan Khoirun Nisa. Para penyuluh mengajak pelajar memahami bahwa pernikahan bukan sekadar perubahan status, tetapi membutuhkan kesiapan lahir dan batin.

“Pernikahan harus dipersiapkan secara matang. Saat ini tugas utama pelajar adalah belajar dan mengejar cita-cita agar kelak menjadi pribadi yang sukses dan membanggakan keluarga,” tutur salah satu penyuluh.

Dalam kegiatan tersebut, siswa dibekali pemahaman tentang dampak pernikahan usia dini, mulai dari risiko kesehatan, tekanan psikologis, hingga persoalan ekonomi. Selain itu, peserta juga diberikan motivasi untuk mengembangkan potensi diri serta pemahaman mengenai batas usia pernikahan sesuai peraturan perundang-undangan.

Melalui program BRUS ini, KUA Kanigaran berharap para remaja SMAN 4 Probolinggo memiliki kesadaran untuk menjauhi pergaulan bebas dan pernikahan di bawah umur, sekaligus termotivasi menjadi generasi emas yang terencana dan berdaya saing.

(Yul/Bernas)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button