DaerahHeadlineJawa TimurKesehatanSitubondoTMMDTNI Dan Polri

Cegah Stunting dan Penyakit, Satgas TMMD ke-127 Bangun MCK di Desa Alastengah Situbondo

BeritaNasional.id, SITUBONDO– Kebiasaan sebagian warga buang air besar di sungai masih ditemukan di Dusun Plampang, Desa Alastengah, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo. Praktik yang dikategorikan sebagai Buang Air Besar Sembarangan (BABS) ini bukan hanya mencemari lingkungan, tetapi juga berisiko serius terhadap kesehatan, termasuk memicu stunting pada anak.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0823 Situbondo. Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, TNI membangun fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) bagi warga yang belum memiliki sarana sanitasi layak.

Salah satu pembangunan MCK dilaksanakan di rumah Haji Sakur, Dusun Plampang RT 07 RW 03. Kegiatan itu dipimpin langsung Babinsa Koramil 0823/16 Sumbermalang, Sertu Anis Apriatno, bersama anggota Satgas TMMD dan warga setempat secara gotong royong. Kamis (12/2/2026).

Sertu Anis menjelaskan, pembangunan MCK menjadi salah satu sasaran fisik tambahan dalam program TMMD ke-127 di wilayah tersebut. Hal ini dilatarbelakangi masih minimnya fasilitas sanitasi yang memadai di sejumlah rumah warga.

“Di Dusun Plampang ini masih ada beberapa rumah yang belum memiliki MCK layak. Melalui TMMD ke-127, pembangunan MCK menjadi prioritas untuk membantu meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat,” ujar Sertu Anis.

Buang air besar di sungai memiliki dampak luas. Tinja manusia mengandung bakteri, virus, dan parasit berbahaya. Bakteri Escherichia coli (E. coli) misalnya, dapat mencemari air sungai dan menyebabkan diare, kolera, disentri, tifoid, hingga hepatitis A.

Dalam jangka panjang, sanitasi buruk yang memicu diare kronis dapat menghambat penyerapan nutrisi pada anak. Kondisi ini menjadi salah satu faktor penyebab stunting, yakni gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis.

Selain itu, pencemaran tinja juga menurunkan kualitas air bersih, merusak ekosistem sungai, serta mengurangi kadar oksigen dalam air yang dapat menyebabkan kematian ikan dan biota lainnya. Diare akibat infeksi bakteri juga berisiko menyebabkan dehidrasi berat yang bisa berujung fatal jika tidak segera ditangani.

Menurut Sertu Anis, keberadaan MCK yang layak sangat penting untuk menjaga kebersihan lingkungan serta mencegah timbulnya berbagai penyakit akibat sanitasi yang buruk. Ia juga menekankan bahwa keterlibatan warga dalam proses pembangunan menjadi bukti kuatnya kemanunggalan TNI dan rakyat.

Sementara itu, Haji Sakur mengaku bersyukur atas bantuan pembangunan MCK tersebut,“Kami sangat terbantu dengan adanya MCK ini. Semoga program TMMD terus membawa manfaat bagi masyarakat desa,” katanya.

Dengan adanya fasilitas sanitasi yang layak, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup bersih dan sehat semakin meningkat, sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting di Kabupaten Situbondo.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button