BondowosoDaerahJawa TimurKulinerRagam

Cerita MBG di KB : Merepotkan tapi Menyenangkan

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Menjadi guru Kelompok Bermain (KB), baik PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) maupun Taman Kanak-kanak (TK) membutuhkan extra kesabaran, karena yang dihadapi anak berusia 0 hingga 6 tahun.

Hal itu disampaikan Sutina Agustin, Kepala KB Al Hasyimi Dusun Glidung Desa Traktakan Kecamatan Wonosari. Sutina, sapaannya, mengasuh 25 anak yang terbagi menjadi murid PAUD berjumlah 6 dan TK 19 orang.

“Jumlah murid kami 25 orang, terdiri dari murid PAUD 6 dan TK 19. Kami dibantu oleh 3 orang guru. Mengajar anak usia 0 hingga 6 tahun merepotkan, tapi menyenangkan,” kata alumni PP Nurul Jadid Paiton ini.

Ketika dikonfirmasi tentang MBG, Sutinah mengatakan banyak sekali manfaatnya. Setidaknya wali murid bisa mengurangi anggaran untuk anak-anak saat belajar di Sekolah. Tapi yang lebih substantive, murid-muridnya bisa menikmati makanan bergizi setiap hari.

Makanan bergizi, lanjutnya, sangat besar pengaruhnya terhadap intelegensi anak dan kesehatan. Anak-anak bisa dengan mudah menerima materi pelajaran yang diajarkan oleh guru-gurunya di kelas.

Disisi lain, Semangat belajar murid-muridnya cukup tinggi, karena setiap hari mendapatkan asupan makanan bergizi. Sebelum ada program MBG, anak-anak tampak lesu saat belajar dan sulit menangkap pelajaran.

“Kami bersama 3 guru lainnya, bukan hanya sebagai guru, tetapi juga sebagai baby sitter dan cleaning service. Sebagai guru itu sudah merupakan kewajiban memberikan pendidikan dan pelajaran,” jelasnya.

Sebagai baby sitter, karena setelah MBG datang kami harus menyuapi anak-anak saat makan bersama. Jika sudah di sekolah, anak-anak menjadi tanggungjawab kami dan setelah makan, kami membersihkan ruang kelas. (Syamsul Arifin/Bernas)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button