Lumajang

Ciptakan Sekolah Ramah Anak, SMPN 2 Jatiroto Perkuat Edukasi Anti-Bullying dan Bijak Bermedsos

BeritaNasional.ID LUMAJANG JATIM — Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi siswa terus dilakukan SMPN 2 Jatiroto. Tidak hanya mencegah perundungan atau bullying di lingkungan sekolah, pihak sekolah juga mulai memperkuat edukasi mengenai penggunaan media sosial secara bijak.

Kepala SMPN 2 Jatiroto, Ervan K. Dewanto, M.Pd., mengatakan pencegahan bullying menjadi perhatian serius sekolah. Menurutnya, lingkungan pendidikan harus menjadi tempat yang membuat siswa merasa aman untuk belajar, berinteraksi, sekaligus menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.

“Kami berkomitmen menjadikan SMPN 2 Jatiroto sebagai sekolah ramah anak. Bullying sekecil apa pun tidak kami toleransi. Guru, siswa, dan orang tua kami ajak bersama-sama mengawasi dan saling mengingatkan,” kata Ervan saat ditemui di ruang kerjanya.

Menurut Ervan, persoalan perundungan kini tidak hanya terjadi secara langsung di lingkungan sekolah. Perkembangan teknologi dan media sosial membuat persoalan tersebut dapat berlanjut ke ruang digital.

Karena itu, siswa diberikan pemahaman agar tidak sembarangan membuat, membagikan, maupun memberikan komentar terhadap suatu konten. Mereka juga diarahkan untuk mampu membedakan informasi yang benar dan tidak mudah ikut menyebarkan konten yang dapat merugikan orang lain.

“Anak-anak sekarang sangat dekat dengan HP. Maka kami bekali mereka pemahaman bahwa jari yang mengetik juga harus bertanggung jawab. Bermedsos itu boleh, tapi harus tahu batasan, etika, dan aturannya. Jangan sampai menjadi pelaku atau korban cyberbullying,” ujarnya.

Ervan menilai, membangun sekolah ramah anak tidak bisa hanya mengandalkan aturan. Dibutuhkan kepedulian dari seluruh warga sekolah, termasuk guru, siswa dan orang tua.

“Kami ingin melahirkan lulusan yang tidak hanya pintar, tapi juga punya adab. Itu modal utama mereka di masyarakat nanti,” pungkasnya.

Melalui pendekatan tersebut, SMPN 2 Jatiroto berupaya memastikan sekolah bukan sekadar tempat mengejar nilai akademik, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk belajar menghargai orang lain, bertanggung jawab dan menggunakan teknologi secara positif.

(red)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button