Sulbar

Dua Bulan Difungsikan , Plafon Rumkit Pratama Wonomulyo Kab Polman Ambruk

Polman.Sulbar.Beritanasional.id — Baru di fungsikan beberapa bulan, bagian plafon Rumah Sakit Pratama Wonomulyo sudah mulai rusak disalah satu ruangan Isolasi pasien Covid-19.

Kondisi salah satu ruangan isolasi menunjukkan pemandangan pada plafon terlihat bentangan pipa terlihat jelas karena plafon  yang ambruk , tetesan air pada ruangan isolasi pasien covid-19 menjadi pemandangan yang tak sedap terlebih di musim hujan seperti ini . Bisa dibayangkan pasien yang harusnya mendapatkan ruangan yang steril dan nyaman untuk pemulihan dari Covid-19 , tidak dirasakan oleh pasien.

Bangunan RS Pratama yang dibangun mulai 2017 dan baru selesai di 2019 ini menghabiskan anggaran Milyaran rupiah yang bersumber dari dana APBN sejak awal dibangun banyak menuai keganjalan seperti bangunan rumah dokter yang lebih dulu ada ketimbang bangunan RS, dan ketika bangunan RS serta jalannya terbangun ,Ipal yang pengadaan 2017 pun baru dikerjakan di 2020.

PPK RS Pratama Wonomulyo ,Sukri yang dihubungi Via WhatsApp ,  mengatakan sudah mengetahui adanya kerusakan plafon dari Dirut RS Pratama Wonomulyo drg. Sri .Ada kebocoran pipa dari lt 2 ke lt 1. Mungjin karena bocor ini sehingga plafon yang di bawah pipa  bocor,basah dan jatuh, sedang penyebab kebocoran pipa , tentu orang-orang yang ada di RS Wono yang lebih paham, karena dirinya sudah tidak dilibatkan dalam pengoprasian Rumkit Pratama Wonomulyo ,” Kilah Sukri saat dihubungi Via WhatsApp . Kamis 28 Mei.

Lanjutnya, Semua item pekerjaan diawasi oleh konsultan pengawas dan diperiksa oleh pemeriksa. Ia juga menegaskan jika pelaksana proyek sudah bekerja profesional.

“Untuk semua item pekerjaan sesuai dengan RAB yang ada dan diawasi oleh konsultan pengawas. Tapi mungkin saya bisa ambil kesimpulan bahwa jika suatu bangunan agak lama dibiarkan dan  tidak terpakai pastilah tidak sama dengan bangunan yang terpakai, sama seperti rumah yang tidak berpemghuni biasanya cepat rusak, sebagus apa pun kualitas bangunannya, ” Cetus Sukri

” Apalagi RS Wono  diserah terimakan per akhir 2018 yang mana pemeliharaannya cuma berlaku 6 bulan sampai Juni 2019 sama seperti masa pemeliharaan bangunaaan lain yang umum berlaku,” lanjut Sukri

Dinilai proses pekerjaann asal kerja , Sukri menampik ” Bukan asal kerja bu, semua proses kerja diawasi oleh konsultan pengawas yang sudah dikontrak.Terus tidak semua bangunan gedung  ada pipa nya, kecuali yang ada kamar mandinya, ” Jelas Sukri ke Beritanasional.id

Flapon yang ambruk , tergeletak dilantai salah satu ruang isolasi Covid-19.

Disinggung Atap senk yang berkarat , Sukri akui  ,” Ini ada kesalahan pengecatan oleh pelaksana yang tidak sama kualitas pengecatan antara atap di bagian depan dengan atap di bagian belakang ,Saya selaku PPK tentunya tidak bisa setiap saat mengontrol kerja pelaksana, apalagi sudah ada pengawas di lapangan yang standby sepanjang pelaksanaan proyek dulu,” Kilah Sukri

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close