kupang

FKIP Undana Perkuat Daya Saing Mahasiswa Lewat Uji Kompetensi Bersertifikat Nasional

BeritaNasional.ID, KUPANG – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing kuat di dunia kerja.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan uji kompetensi bagi mahasiswa dari berbagai program studi di FKIP, yang berlangsung selama dua hari pada Jumat dan Sabtu, 19–20 Desember, bertempat di Aula FKIP Undana lantai dua.

Sebanyak 65 mahasiswa mengikuti pelatihan dan uji kompetensi pada tahap ini. Kegiatan dirancang dengan metode pelatihan secara daring, sementara pelaksanaan ujian dilakukan secara luring.

Skema ini dipilih agar mahasiswa tetap memperoleh pembekalan materi secara optimal, sekaligus menjamin kualitas dan keabsahan proses sertifikasi.

Dekan FKIP Undana, Prof. Malkisedek Taneo, dalam wawancaranya menegaskan bahwa fakultas memiliki harapan besar agar mahasiswa tidak hanya lulus dengan ijazah sesuai kurikulum, tetapi juga dibekali kompetensi tambahan yang diakui secara nasional.

Menurut Dekan, sertifikat kompetensi menjadi bekal penting bagi lulusan untuk menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Ia menjelaskan bahwa kompetensi yang diuji merupakan kompetensi yang dikelola oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Melalui kegiatan ini, FKIP Undana ingin mendukung mahasiswa agar memiliki pengakuan profesional atas keterampilan yang mereka miliki.

Prof. Taneo juga menambahkan bahwa seluruh peserta didaftarkan oleh masing-masing program studi, sementara pembiayaan kegiatan sepenuhnya ditanggung melalui pagu fakultas.

Baginya, pelaksanaan uji kompetensi secara terpusat di lingkungan fakultas dinilai lebih efektif dan efisien.

Jika mahasiswa harus mengikuti ujian di luar kampus, biaya transportasi, penginapan, serta kebutuhan lainnya akan menjadi beban tambahan.

Karena itu, fakultas memilih pelatihan secara online dengan pelaksanaan ujian secara langsung di kampus, sehingga lebih mudah dijangkau oleh mahasiswa.

Prof. Taneo menegaskan bahwa secara ideal setiap mahasiswa sebelum diwisuda seharusnya telah memiliki minimal satu sertifikat kompetensi.

Ia berharap mahasiswa yang telah mengikuti kegiatan ini dapat memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan untuk lulus uji kompetensi dan memperoleh sertifikat tersebut.

Sementara itu, Wakil Dekan II FKIP Undana, Jakobis Johanis Messakh, menjelaskan bahwa uji kompetensi yang diselenggarakan mencakup bidang manajemen sumber daya manusia dan kewirausahaan.

Untuk bidang sumber daya manusia terdapat satu skema, sedangkan bidang kewirausahaan memiliki dua skema, yakni pemasaran online dan penentuan jenis produk usaha.

Doktor jebolan ITB itu menyebutkan bahwa 65 peserta merupakan utusan dari setiap program studi, dengan jumlah minimal tiga mahasiswa per program studi.

Jakobis menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan FKIP Undana dalam membekali lulusan dengan keterampilan praktis dan profesional.

Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 309 mahasiswa FKIP Undana telah dan akan mengikuti proses sertifikasi kompetensi di berbagai bidang, mulai dari kewirausahaan, manajemen sumber daya manusia, hubungan masyarakat, teknologi informasi dan komunikasi, jasa konstruksi, hingga bidang lingkungan hidup.

Melalui penyelenggaraan uji kompetensi ini, Ia berharap para lulusan tidak hanya siap menjadi pendidik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan berbagai peluang kerja, memiliki kepercayaan diri, serta diakui secara profesional melalui sertifikat kompetensi nasional.

Upaya ini menjadi langkah strategis fakultas dalam menjawab kebutuhan dunia kerja sekaligus meningkatkan kualitas dan reputasi lulusan Undana di tingkat regional maupun nasional.*

Alberto/Bernas

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button