FKIP Undana Perkuat Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa, Calon Guru Didorong Jadi Pengusaha Muda

BeritaNasional.ID, KUPANG – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) terus berkomitmen membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Salah satunya melalui kegiatan Penguatan Kewirausahaan Mahasiswa yang bertujuan menumbuhkan jiwa entrepreneur, kreativitas, inovasi, dan kemampuan beradaptasi di tengah perkembangan era digital.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai II FKIP Undana tersebut mengusung tema “Membangun Jiwa Entrepreneur Mahasiswa FKIP yang Kreatif, Inovatif, dan Adaptif di Era Digital.”
Dalam kegiatan ini, FKIP Undana menghadirkan tiga narasumber dari kalangan pengusaha muda, yakni Michael Tamara, Melsi Mansula, dan Ariel Arifin, yang berbagi pengalaman serta praktik nyata dalam merintis dan mengembangkan usaha.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FKIP Undana untuk mempersiapkan mahasiswa agar tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan pendidikan, tetapi juga memiliki keterampilan kewirausahaan yang dapat dikembangkan sejak masih duduk di bangku kuliah.
Dekan FKIP Undana, Prof. Dr. Drs. Malkisedek Taneo, M.Si., mengatakan bahwa penguatan kewirausahaan merupakan salah satu program yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan agar mampu melihat serta memanfaatkan peluang usaha.
Menurutnya, kewirausahaan tidak hanya menjadi kebutuhan di tengah perkembangan zaman, tetapi juga merupakan peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri, membangun kemandirian, dan meningkatkan kemampuan dalam menghadapi tantangan masa depan.
“Mahasiswa saat ini dan ke depan harus dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan agar mereka bisa berwirausaha. Berwirausaha bukan hanya sebagai sebuah kebutuhan, tetapi juga sebagai peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan dan memberdayakan diri,” ujarnya.
Ia menegaskan, mahasiswa FKIP yang dipersiapkan menjadi calon guru perlu memiliki kompetensi yang lebih luas. Selain menguasai ilmu pendidikan dan keterampilan mengajar, mahasiswa juga diharapkan mampu mengenali potensi diri, merancang ide usaha, serta membaca peluang ekonomi yang berkembang di masyarakat.
Menurut Prof. Taneo, kompetensi ganda tersebut penting agar mahasiswa mempunyai pilihan dan kemampuan yang lebih beragam setelah menyelesaikan pendidikan.
“Walaupun mahasiswa FKIP dipersiapkan menjadi calon guru, mereka juga harus memiliki kemampuan lain yang bisa dikembangkan menjadi peluang usaha. Mereka perlu mampu mengidentifikasi potensi diri, menemukan kompetensi yang dimiliki, lalu memanfaatkan peluang yang ada,” jelasnya.
Untuk memberikan pemahaman yang lebih konkret, FKIP Undana menghadirkan tiga narasumber yang merupakan pelaku usaha dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Kupang.
Prof. Taneo menjelaskan, pemilihan narasumber dari kalangan praktisi bertujuan agar mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mendengar langsung pengalaman para pengusaha dalam membangun dan mengembangkan bisnis.
Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan dapat mempelajari bagaimana menemukan peluang, mengambil keputusan, mengelola usaha, membangun manajemen yang baik, serta menghadapi berbagai tantangan dalam dunia kewirausahaan.
Ia menilai, kisah nyata para pengusaha dapat menjadi sumber inspirasi bagi mahasiswa untuk lebih berani memulai usaha dan mengembangkan ide-ide kreatif yang selama ini mungkin belum diwujudkan.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital dan pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memberikan ruang yang semakin terbuka bagi generasi muda untuk terlibat dalam dunia usaha.
Karena itu, mahasiswa perlu memanfaatkan kreativitas, semangat, dan idealisme yang dimiliki untuk menciptakan peluang ekonomi yang bermanfaat, baik bagi diri sendiri maupun masyarakat.
Lebih lanjut, Prof. Taneo menekankan bahwa mahasiswa tidak harus menunggu sampai menyelesaikan pendidikan untuk mulai merintis usaha. Selama mampu mengatur waktu dan tetap menjalankan tanggung jawab akademik, mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan yang tersedia untuk mengembangkan gagasan bisnis secara bertahap.
Ia berharap mahasiswa mulai belajar merancang usaha sederhana, menyusun konsep bisnis, memahami pengelolaan usaha, serta membangun pola pikir yang berorientasi pada keberlanjutan.
Menurutnya, sebuah usaha tidak harus langsung dimulai dalam skala besar. Hal terpenting adalah adanya ide yang jelas, perencanaan yang matang, pengelolaan yang baik, dan kemauan untuk terus mengembangkan usaha.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya datang untuk mendengarkan materi, tetapi benar-benar termotivasi, menemukan kemampuan dalam dirinya, dan mulai membaca peluang usaha yang bisa dikembangkan,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kewirausahaan dalam membuka lapangan pekerjaan. Menurutnya, usaha yang dirintis oleh mahasiswa berpotensi berkembang dan melibatkan orang lain, sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
Dengan demikian, kewirausahaan dapat menjadi salah satu jalan bagi mahasiswa untuk membangun kemandirian sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Wakil Dekan II FKIP Undana, Dr. Jakobis J. Messakh, M.Si., mengatakan bahwa kegiatan penguatan kewirausahaan mahasiswa merupakan wujud nyata komitmen FKIP Undana dalam mempersiapkan mahasiswa melalui pembekalan pengetahuan dan keterampilan aplikatif.
Menurutnya, penumbuhan jiwa kewirausahaan sejak di bangku kuliah merupakan langkah penting agar mahasiswa memiliki kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja dan perubahan kebutuhan masyarakat.
Ia menjelaskan, kehadiran para pengusaha muda dari HIPMI Kota Kupang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari pengalaman praktis dalam merintis dan mengembangkan usaha, sekaligus memperoleh inspirasi mengenai pentingnya kreativitas, keberanian mengambil inisiatif, dan kemampuan melihat peluang.
“Kisah dan pengalaman yang mereka bagikan diharapkan dapat memotivasi mahasiswa agar lebih kreatif, jeli melihat peluang, berani mengambil inisiatif, dan mampu membangun kemandirian ekonomi,” ujarnya.
Dr. Jakobis berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi pengalaman belajar sesaat, tetapi mampu menanamkan semangat kewirausahaan yang terus berkembang dalam diri mahasiswa.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa FKIP Undana sebagai calon pendidik perlu memiliki kompetensi profesional di bidang pendidikan sekaligus karakter wirausaha yang inovatif, mandiri, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dengan bekal tersebut, lulusan FKIP Undana diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencarian pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan membuka lapangan kerja bagi orang lain.
“Sebagai calon pendidik, mahasiswa FKIP Undana diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi profesional di bidang pendidikan, tetapi juga berjiwa wirausaha, inovatif, mandiri, dan mampu menciptakan peluang ekonomi,” tegasnya.
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola ekonomi masyarakat, kemampuan berwirausaha menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda. Pemanfaatan teknologi digital membuka berbagai peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide bisnis, memperluas jangkauan pasar, serta menciptakan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan penguatan kewirausahaan ini, FKIP Undana berupaya membangun pola pikir mahasiswa agar lebih peka terhadap perubahan, berani berinovasi, dan mampu mengubah gagasan menjadi peluang usaha yang produktif.
Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berperan menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga perlu mendorong lahirnya generasi yang kreatif, mandiri, dan mampu memberikan solusi bagi persoalan ekonomi di lingkungan sekitarnya.*
Alberto



