FPKB Nilai Pemerintah Tidak Serius Tangani PHT

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Mangkraknya Pasar Hewan Terpadu (PHT) di Desa Selolembu, Kecamatan Curahdami yang menghabiskan anggaran milyaran rupiah mendapat kritikan dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB).
Tujuan dari dibangunnya PHT adalah untuk memperkuat sektor peternakan, menggerakkan ekonomi warga, dan menjadi sumber baru Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun harapan tersebut sampai sekarang muspro.
Kondisi PHT yang sudah bertahun-tahun yang hanya berfungsi untuk potong hewan saja, mendapat kritikan dari Ketua Fraksi PKB, Tohari. Jangankan memperkuat sektor peternakan, untuk perawatan saja tidak jalan, sehingga PHT bagai rumah hantu.
“Kalau PHT berjalan sesuai rencana, maka manfaatnya sangat besar dan menguntungkan, baik bagi peternak, pedagang, maupun pemerintah. Namun karena mangkrak, ahirnya semua pihak dirugikan,” kata politisi PKB ini.
Oleh karena itu, Tohari menyarankan agar pemerintah harus segera mengambil langkah, jangan diam seribu bahasa. Sebab kalau PHT dibiarkan tidak berfungsi, hanya akan menggerogoti anggaran pemerintah saja.
Sudah bertahun-tahun asset fasilitas umum (Fasum) tersebut tidak berfungsi. Pemerintah terkesan tidak serius mengurusnya. Sehingga yang semula PHT direncanakan memenuhi kebutuhan masyarakat Bondowoso, justeru yang terjadi sebaliknya. (Syamsul Arifin/Bernas)



