Go Internasional Prof Muhammad Sain Dianugerahi Gelar Professor Kehormatan Oleh Kampus Islam Terkemuka Thailand

BeritaNasional. ID. THAILAND —Kiprah akademik dan intelektual Prof. (H.C) Dr. Dr. H. Muhammad Sain S., SE., ME., MM., MH., kembali menorehkan catatan membanggakan di tingkat internasional. Ia resmi menerima Anugerah Profesor Kehormatan dari Universitas Jamiah Islam Syeikh Daud Al-Fathani Thailand (JISDA).
Penganugerahan tersebut menjadi momentum penting dalam perjalanan akademik Muhammad Sain S. sekaligus mempertegas kiprahnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, serta kontribusi intelektual lintas negara.
Penganugerahan bergengsi itu berlangsung khidmat di Thailand. , Prof Sain menerima langsung sertifikat kehormatan dari pimpinan JISDA. Keduanya kompak mengenakan jubah kebesaran akademik berwarna hijau yang menjadi ciri khas universitas tersebut.

Penganugerahan gelar profesor kehormatan bukan sekadar seremoni akademik. Bagi Muhammad Sain S., penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap perjalanan pengabdian, pemikiran, dan kontribusi yang telah diberikan dalam bidang akademik maupun kehidupan sosial kemasyarakatan.
Gelar Professor Kehormatan atau Honoris Causa bukan gelar sembarangan. Ini adalah bentuk apresiasi tertinggi dari sebuah kampus kepada tokoh yang dinilai punya kontribusi luar biasa di bidang keilmuan, sosial, dan kemanusiaan.
Universitas JISDA sendiri merupakan salah satu perguruan tinggi Islam ternama di Asia Tenggara yang menaungi ribuan ulama dan cendekiawan Muslim.
Penganugerahan ini menjadi bukti bahwa kiprah dan pemikiran Prof Sain tidak hanya diakui di Indonesia, tetapi juga mendapat tempat di dunia akademik internasional.
Dengan diterimanya penghargaan tersebut, nama Muhammad Sain S. kini semakin diperhitungkan dalam ruang akademik yang tidak hanya berskala nasional, tetapi juga menembus panggung internasional.
Momentum penganugerahan itu juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga, kolega, sahabat, serta masyarakat yang selama ini mengikuti perjalanan intelektualnya.
Dari Pengabdian Menuju Pengakuan Internasional. Gelar profesor kehormatan yang diterima Muhammad Sain S. menjadi simbol bahwa kapasitas intelektual dan pengabdian seseorang dapat memperoleh pengakuan melampaui batas geografis.
Penganugerahan ini menjadi bukti bahwa kiprah dan pemikiran Prof Sain tidak hanya diakui di Indonesia, tetapi juga mendapat tempat di dunia akademik internasional.
Di tengah tuntutan dunia pendidikan yang semakin kompetitif, penghargaan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa akademisi tidak cukup hanya mengejar gelar, tetapi harus mampu menghadirkan gagasan, karya, dan manfaat nyata bagi masyarakat.
Karena itu, capaian Muhammad Sain S. diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah kebanggaan personal. Prestasi tersebut diharapkan menjadi energi baru untuk terus melahirkan gagasan dan kontribusi yang memberi manfaat lebih luas bagi dunia pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia.
Dalam. Kesempatan tersebut Muhammad Sain S. menyampaikan bahwa penghargaan tersebut diterimanya sebagai sebuah amanah, bukan semata-mata sebagai simbol pencapaian pribadi.
Menurutnya, gelar kehormatan justru membawa tanggung jawab yang lebih besar untuk terus memberikan kontribusi bagi dunia akademik dan masyarakat.
“Saya menerima penghargaan ini sebagai amanah untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan manfaat. Gelar boleh bertambah, tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana ilmu dan pengalaman yang kita miliki dapat memberi arti bagi masyarakat,” ujar Muhammad Sain S.
Ia juga menegaskan bahwa dunia akademik harus mampu menjadi ruang untuk melahirkan gagasan yang menjawab tantangan zaman.
“Prestasi ini saya dedikasikan untuk keluarga, para guru, sahabat, kolega, dan seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan.
Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus bergerak, terus berkarya, dan terus membawa nama baik Indonesia di ruang akademik internasional,” katanya.
Penganugerahan Profesor Kehormatan dari JISDA Thailand tersebut pun menjadi salah satu episode penting dalam perjalanan Muhammad Sain S., sebuah capaian yang tidak hanya layak dirayakan, tetapi juga diharapkan menjadi inspirasi bahwa pengabdian, ilmu pengetahuan, dan konsistensi pada akhirnya dapat menemukan panggung penghargaan di tingkat internasional.



