Nasional

HKTI Banyuwangi Soroti Kualitas Beras Bulog Untuk Warga Miskin

image_pdf

BeritaNasional.ID,
BANYUWANGI – Seusai gelaran Lokakarya Nasional ‘Data Produksi Beras’ yang dilaksanakan Forum Masyarakat Statistik (FMS), sempat terjadi diskusi kecil antara ketua FMS Prof. Dr. Bustanul Arifin dengan Muh. Safuan, selaku ketua Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI) Banyuwangi.

Sebelumnya, dalam tanya jawab didalam forum lokakarya, Safuan melontarkan pertanyaan tentang tanggung jawab para stakeholder terkait kualitas bantuan sosial beras sejahtera (Bansos Rastra) dulu Raskin. Karena menurutnya, selama ini akibat jeleknya mutu dan kualitas Bansos Rastra, rakyat jadi korban.

“Mohon maaf, sampai sampai, karena jeleknya Rastra sehingga tidak layak konsumsi tersebut, akhirnya kendati diterima, dilapangan mereka jadikan pakan ayam dan itik,” seru Safuan yang jugan mantan anggota ketua Fraksi PKB DPRD Banyuwangi ini.

Kata Safuan, seharusnya pendataan produksi beras tersebut harus diimbangi dengan pendataan kualitas beras. “Supaya masyarakat tidak lagi menjadi korban. Karena setiap kali penggelontoran Rastra, selalu tidak layak konsumsi. Entah itu berasnya bau apek, da kutunya, kekuning kuningan dan banyak menirnya hingga warnanya sudah semi hitam terlihat bulug,” papar Safuan lagi.

Menanggapi penyampaian ketua HKTI Banyuwangi itu, Prof. Dr. Bustanul Arifin menyatakan, bahwa kedepan pendistribusian Rastra bakal dibatasi dan pelan pelan tandon beras di bulog juga menipis. Kenapa ? Lanjut Bustanul Arifin, karena propgram Presiden Joko Widodo akan mengganti subsidi atau bantuan dalam bentuk tunai.

“Di beberapa daerah sudah dimulai, dan secara gradual serta berproses, bulog tandon berasnya menipis. Otomatis beras yang akan digelontor kepada masyarakat melalui Bansos Rastra akan lebih baik,” bebernya.

Bustanul optimistis, kedepan harapan ketua HKTI Banyuwangi maupun masyarakat secara keseluruhan akan terpenuhi. “Tergantung kebijakan Presiden Jokowi, kapan akan secara merata penggantian bansos rastra ini diganti dengan bantuan tunai. Sehingga menjamin masyarakat akan memilih membeli beras yang layak konsumsi. Bahkan, bulog sendiri nantinya akan berkompetisi dengan swalayan swalayan yang ada untuk penjualan beras dengan mengkedepankan kualitas beras itu sendiri,” tandas Bustanul Arifin.

Selasa siang (10/4/18), bertempat di ruang Ijen Hotel Santika Banyuwangi, Ketua FMS Bustanul Arifin dalam sambutannya berkomitment, dalam Lokakarya Nasional bertema ‘Data Produksi Beras’, pihaknya akan berkontribusi pada data produksi beras dengan tujuan membahas secara sistematis dimensi kualitas data beras yang mempengaruhi kebijakan pembangunan nasional.

“Sehubungan dengan hal itulah, FMS bekerjasama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Badan Pusat Statistik (BPS) dan Universitas Jember (Unej) membahas secara sistematis permasalahan dimaksud dalam suatu Lokakarya Nasional ‘Data Produksi Beras’ yang kita gelar hari ini,” papar Arifin. (Urip)

Caption : Ketua FMS Prof. Dr. Bustanul Arifin saat diskusi tersendiri dengan Muh. Safuan, ketua HKTI Banyuwangi

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close