Implementasi Pembelajaran Berbasis Industri, Siswa SMKN 1 Tempeh Buktikan Kompetensi Kerja

BeritaNasional.ID LUMAJANG JATIM – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Tempeh kembali membuktikan kualitas pendidikan vokasinya melalui kesuksesan program Praktik Kerja Lapangan (PKL) periode 2025/2026.
Sebanyak 13 siswa dilaporkan langsung terserap ke dunia kerja segera setelah menyelesaikan masa praktik di berbagai perusahaan mitra.
Program PKL yang berlangsung selama lima bulan, terhitung sejak 1 Oktober 2025 hingga 16 Februari 2026 ini, melibatkan tujuh konsentrasi keahlian.
Bidang tersebut meliputi Kriya Kreatif Logam dan Perhiasan (KKLP), Kriya Kreatif Batik dan Tekstil (KKBT), Desain Komunikasi Visual (DKV), Produksi Film (PF), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Teknik Permesinan (TPM), serta Teknik Sepeda Motor (TSM). Para siswa tersebar di lebih dari 90 Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) di wilayah Lumajang dan Jember.
Kepala SMKN 1 Tempeh Eva Latifah S.Pd menegaskan bahwa PKL merupakan instrumen vital dalam membentuk karakter dan etos kerja profesional.
“Melalui program ini, siswa tidak hanya mengasah kompetensi teknis, tetapi juga belajar beradaptasi dengan budaya industri dan standar operasional prosedur yang berlaku di dunia kerja nyata”, ucapnya.

Keberhasilan program tahun ini ditandai dengan rekrutmen langsung 13 siswa oleh pihak industri. Rincian lulusan yang diterima kerja terdiri dari 8 siswa konsentrasi DKV, 4 siswa KKLP, dan 1 siswa TKJ.
Penyerapan ini menjadi indikator kuat bahwa kurikulum yang diterapkan sekolah telah selaras dengan kebutuhan pasar tenaga kerja.
Ketua Pokja PKL SMKN 1 Tempeh menambahkan bahwa kunci kesuksesan ini terletak pada kolaborasi intensif antara sekolah dan mitra DUDI, termasuk proses monitoring yang ketat oleh guru pembimbing.
Dengan capaian ini, SMKN 1 Tempeh semakin mengukuhkan posisinya sebagai institusi pendidikan vokasi yang adaptif dan berorientasi pada keterserapan lulusan di dunia industri.
(red)



