Jembatan Putus Diterjang Banjir Bandang, Warga Wringin Anom Situbondo Gotong Motor Demi Beraktivitas

BeritaNasional.id, SITUBONDO — Banjir bandang yang menerjang Desa Wringin Anom, Kecamatan Jatibanteng, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, memutus jembatan satu-satunya yang menjadi akses keluar masuk disebuah dusun di desa. Peristiwa tersebut membuat ratusan warga terisolasi dan terpaksa menempuh cara berbahaya demi tetap menjalani aktivitas sehari-hari.
Jembatan yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian dan mobilitas warga itu ambruk setelah dihantam derasnya arus sungai akibat hujan dengan intensitas tinggi. Sejak saat itu, aktivitas warga lumpuh. Anak-anak kesulitan berangkat sekolah, petani tak bisa membawa hasil panen, dan warga yang bekerja di luar desa terpaksa mengambil risiko besar.
Dalam video yang diunggah melalui akun media sosial Jack Danils terlihat puluhan warga bergotong royong mengangkat sepeda motor melawan derasnya arus air yang masih mengalir kencang. Jumat (23/1/2026).
“Kami tidak punya pilihan lain. Kalau tidak lewat sungai, kami tidak bisa bekerja dan mencari nafkah,” kata salah seorang warga.
Tak hanya menggotong kendaraan, sejumlah warga terlihat nekat menyeberangi sungai dengan berjalan kaki. Mereka mempertaruhkan keselamatan tanpa perlindungan memadai, meski ancaman banjir susulan masih membayangi. Kondisi ini membuat warga hidup dalam kecemasan setiap kali hujan kembali turun.
Putusnya jembatan tersebut juga berdampak pada layanan dasar masyarakat. Warga yang membutuhkan akses kesehatan bahkan sebagian memilih menunda berobat karena sulitnya akses. Situasi ini dinilai sangat membahayakan, terutama bagi lansia, ibu hamil, dan anak-anak.
Menurut warga, jembatan tersebut sudah lama menjadi akses vital penghubung Desa Wringin Anom dengan desa dan kecamatan sekitar. Kerusakan jembatan bukan hanya memutus jalan, tetapi juga memutus roda kehidupan warga.
“Kami berharap pemerintah segera turun tangan. Kami tidak minta yang mewah, yang penting jembatan bisa dilewati dan aman,” ujar seorang warga lainnya.
Warga berharap pemerintah daerah, baik Kabupaten Situbondo maupun instansi terkait, segera melakukan penanganan darurat, setidaknya dengan membangun jembatan sementara agar aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan.
Selain itu, mereka juga berharap adanya pembangunan jembatan permanen yang lebih kuat untuk mengantisipasi bencana serupa di masa depan.
Hingga kini, warga masih mengandalkan gotong royong dan kewaspadaan tinggi untuk bertahan. Di tengah keterbatasan, harapan tetap hidup agar akses penghubung desa segera diperbaiki dan kehidupan masyarakat bisa kembali normal.



