Kapolres Hormat Kyai Halil dan Panggil Bupati Bondowoso Lora

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Penanaman nilai agama sejak kecil sangat besar pengaruhnya jika sudah dewasa. Terutama ketika mempunyai jabatan, maka akan menjalankan tugasnya dengan amanah.
Salah satu sosok yang sejak kecil sudah ditanami nilai agama adalah Kapolres Bondowoso Harto Agung Cahyono. Sehingga ketika menjabat sebagai orang nomor 1 di Mapolres Bondowoso yang dikenal dengan istilah Woso1, tetap tidak sombong.
“Saya ketika masih kecil, seusai sekolah formal pada pagi hari langsung belajar agama di Madrasah Diniyah (MD). Sepulang dari MD dilanjutkan belajar alqur’an di Musholla. Kalau itu tidak dijalankan, maka akan dicambuk oleh orang tua,” ceritanya pada sejumlah wartawan.
Sudah menjadi ciri has warga Madura, apapun jabatannya tetap hormat pada habaib dan kyai. Ungkapan ini juga disampaikan Kapolres Harto dalam acara Polisi mitra media (Piramida) di Café 08 milik Satreskrim.
Pada malam sebelum demo mahasiswa, ceritanya, saya menghadiri pengajian akbar di alun-alun yang digelar Pemkab Bondowoso. Hadir dalam pengajian tersebut, KHR Halil As’at, pendiri dan Pengasuh PP Wali Songo Mimbaan Panji Situbondo.
Ditambahkan, saya matur sama Kyai Halil, sapaannya, agar dido’akan supaya demo yang akan dilakukan adik-adik mahasiswa tidak terjdi hal-hal yang tidak diinginkan. Lalu Kyai Halil terdiam sesaat sambil memejamkan mata.
“Beliau mengatakan, saya hanya bantu Bondowoso dan Situbondo saja, insyaallah aman. Alhamdulillah, kalau di tempat lain waktu demo ada bakar-bakar Fasum dan mobil petugas, di Bondowoso tidak ada,” jelasnya.
Kapolres Harto juga memangil Bupati Bondowoso, KH. Abd. Hamid Wahid dengan panggilan Lora (Gus, red) tidak memanggil bupati. Alasannya sederhana, karena menurutnya, Ra Hamid adalah keluarga besar PP Nurul Jadid Paiton Probolinggo.
Perwira kelahiran Pamekasan Madura ini menyarankan, agar kita menghormati habaib dan kyai, agar tidak kena kualat. “Kita harus meghormati dan menghargai siapapun. Jangan mentang-mentang kekuasaan lalu lupa diri,” sarannya. (Syamsul Arifin/Bernas)



