Jawa TimurProbolinggo

Demi Generasi Emas 2045! Kapolres Probolinggo Kota: MBG Harus Seenak Masakan Ibu di Rumah

BeritaNasional.ID, PROBOLINGGO JATIM — Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Probolinggo mendapat perhatian dari jajaran kepolisian. Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri meminta seluruh pihak yang terlibat tidak sekadar mengejar pemenuhan jumlah makanan, tetapi juga memastikan kualitas, kebersihan, keamanan, dan kandungan gizinya.

Pesan tersebut disampaikan Rico saat menghadiri kegiatan bersama Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI). Ia mengingatkan para pengelola hingga relawan MBG agar memiliki rasa tanggung jawab dalam setiap tahapan penyediaan makanan.

Menurutnya, makanan yang disiapkan untuk anak-anak penerima manfaat harus diperlakukan sebaik ketika menyiapkan makanan untuk keluarga sendiri.

“Kalau kita menganggap makanan itu untuk anak sendiri, tentu kualitas, kebersihan, dan gizinya akan benar-benar kita perhatikan,” kata Rico.

Ia juga menegaskan pentingnya pengawasan secara menyeluruh. Pengawasan tidak hanya dilakukan ketika makanan dibagikan, tetapi mencakup proses pengolahan hingga distribusi kepada penerima manfaat.

Polres Probolinggo Kota bersama GAPEMBI pun berkomitmen memperkuat koordinasi agar pelaksanaan MBG tetap berjalan sesuai standar yang telah ditentukan.

Rico turut memberikan perhatian khusus kepada para pemasok bahan makanan. Ia meminta supplier mengutamakan mutu bahan pangan dan tidak mengorbankan standar kualitas demi mendapatkan keuntungan.

“Kita akan fokus kepada supplier yang benar-benar mengutamakan kualitas bahan makanan. Jangan sampai mencari keuntungan dengan menggunakan bahan yang tidak sesuai standar,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua GAPEMBI Kota Probolinggo Nur Fathur menyoroti aspek sumber daya manusia yang terlibat dalam pengelolaan MBG. Ia meminta agar seluruh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun relawan menjaga integritas dan tidak terlibat penyalahgunaan narkoba.

Menurut Fathur, kondisi tersebut penting diperhatikan karena keterlibatan seseorang dalam penyalahgunaan narkoba dinilai dapat mengganggu kinerja serta pelayanan dalam penyediaan makanan bagi masyarakat.

“Kami meminta pihak kepolisian melakukan pemantauan secara ketat terhadap penyalahgunaan narkoba karena hal itu dapat mengganggu kinerja dalam penyajian makanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sinergi antara kepolisian dan GAPEMBI diharapkan dapat memperkuat pengawasan pelaksanaan MBG sekaligus memastikan makanan yang diterima anak-anak benar-benar aman, sehat, dan memenuhi kebutuhan gizi.

Program MBG sendiri merupakan salah satu program pemerintah yang diarahkan untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak, sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button