“KEJAM” Bocah SD Dibakar Hidup – Hidup Oleh Temannya Saat Bermain, Keluarga Menuntut Keadilan

BeritaNasional.id, SITUBONDO JATIM – Suasana di ruang ICU RSUD dr. Abdoer Rahem, Situbondo, terasa hening. Di balik tirai putih, seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun terbaring lemah dengan wajah dan perutnya dibalut perban. Suhu tubuhnya naik turun. Sesekali, ia meringis kesakitan, menahan perih dari luka bakar serius yang dideritanya. Namanya GR, bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar, korban dari tragedi memilukan yang mengguncang hati warga Situbondo.
Peristiwa ini terjadi pada Senin siang, 12 Mei 2025, sekitar pukul 13.00 WIB. Lokasinya hanya beberapa langkah dari rumah Ketua RT, di lingkungan Paraaman, RT 02 RW 02, Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo.

Menurut kesaksian warga dan keluarga, GR tengah bermain bersama lima orang temannya. Awalnya, hanya sekadar permainan ala anak kecil. Namun, permainan itu berubah menjadi tragedi. Kedua tangan GR dipegangi oleh dua temannya, sementara salah satu dari mereka menyiram tubuh GR dengan cairan spirtus, cairan mudah terbakar yang biasa digunakan untuk pemantik api. Dalam hitungan detik, tubuh bocah kecil itu tersulut api. Api menyambar tubuhnya tanpa ampun.
“Teriakan GR membuat warga sekitar panik. Salah satu tetangga langsung berlari, memeluk tubuhnya yang terbakar dan membawanya ke rumah sakit. Tanpa pikir panjang,” ungkap Alfan Miqdat dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di lokasi kejadian. Selasa (13/05).
Yang membuat hati keluarga semakin hancur adalah kenyataan bahwa setelah kejadian, GR dibawa ke RS tanpa memberitahukan apapun kepada keluarga korban. Informasi baru diterima sore harinya, itupun dari teman korban, bukan dari orang tua pelaku.
“Kami sangat kecewa. Anak kami mengalami kejadian luar biasa kejam, tapi justru orang tua terduga pelaku yang mengetahui tidak ada itikad baik untuk menghubungi kami,” kata Alfan penuh emosi.
GR kini masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU. Menurut dokter, luka bakarnya cukup luas, terutama di wajah dan perut. Meski demikian, kondisinya mulai menunjukkan tanda-tanda stabil.
Melihat kondisi korban serta berdasarkan saksi – saksi di tempat kejadian, Keluarga korban tak tinggal diam. Mereka telah resmi melaporkan kasus ini ke Polres Situbondo, berharap pihak kepolisian segera bertindak dan mengusut tuntas kejadian ini.
Peristiwa memilukan ini langsung sampai ke telinga orang nomor satu di Kabupaten Situbondo. Mas Rio Bupati Situbondo langsung mengunjungi GR di rumah sakit pada Selasa sore.
“Saya sangat prihatin. Ini bukan hanya peristiwa kriminal, tapi tragedi kemanusiaan. Anak usia 10 tahun dibakar oleh temannya sendiri. Saya akan minta penjelasan lengkap dari kepolisian. Ini harus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak,” ujar Mas Rio dengan wajah serius.
Mas Rio menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia juga meminta agar seluruh orang tua, dan masyarakat lebih memperhatikan interaksi anak-anak, terutama dalam hal pengawasan dan pendidikan karakter.
Tragedi ini membuka mata banyak orang tentang potret buram pengawasan anak-anak di lingkungan. Terlebih lagi, kejadian ini berlangsung di area padat penduduk dan hanya beberapa meter dari rumah ketua RT. Banyak warga menyayangkan bagaimana kejadian sekejam ini bisa terjadi di siang bolong, tanpa ada tindakan cepat dari warga sekitar.
Sejak kabar GR tersebar, dukungan dan simpati dari warga terus mengalir. Do’a untuk kesembuhan bocah malang itu. Di media sosial usai akun tik tok Mas Rio memposting kunjungannya di RSUD, para netizen meminta agar pelaku dan orang tua mereka bertanggung jawab atas perbuatan tersebut.
“Anak sekecil itu tidak pantas merasakan penderitaan seperti ini. Saya harap pelakunya ditindak tegas,” ujar seorang warga di luar rumah sakit.
Kini, yang tersisa adalah doa dan harapan: agar GR bisa pulih, dan keadilan benar-benar ditegakkan. Tragedi ini bukan hanya tangisan seorang bocah, tapi juga cambuk keras bagi semua pihak, bahwa keselamatan anak-anak adalah tanggung jawab bersama.



