Polewali MandarSulawesi Barat

Kemarau Berkepanjangan, Kejari Polman Salurkan Belasan Ribu Liter Air

BeritaNasional. ID POLMAN SULBAR–Kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau mendorong Kejaksaan Negeri (Kejari) Polewali Mandar, Sulawesi Barat, menyalurkan bantuan air kepada warga Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang.

Sebanyak 12.000 liter air bersih didistribusikan Kejari Polman bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Polman dalam rangka bakti sosial memperingati Hari Kejaksaan Republik Indonesia.

Kepala Kejari Polewali Mandar, Nurcholis, mengatakan bantuan tersebut menyasar tiga dusun, yakni Welang-Welang, Sarumpu, dan Rendang.

Masing-masing wilayah mendapat jatah 4.000 liter sehingga total air bersih yang disalurkan mencapai 12.000 liter.

“Per dusun 4.000 liter,” kata Nurcholis.

Ia menjelaskan, bantuan diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang mulai kesulitan memperoleh air bersih selama musim kemarau. Kondisi tersebut diperparah karena distribusi air PDAM di wilayah tersebut belum berjalan optimal.

Selain keterbatasan pasokan, sejumlah sumber air warga juga mengalami peningkatan kadar garam. Intrusi air laut saat musim kemarau menyebabkan sebagian sumber air berubah asin dan tidak lagi dapat digunakan secara maksimal.

Nurcholis berharap bantuan tersebut setidaknya dapat meringankan beban warga untuk sementara waktu sembari menunggu kondisi kembali normal.

“Ini adalah bentuk kepedulian pemerintah daerah, khususnya kami dari kejaksaan mengambil bagian untuk menyalurkan air bersih. Semoga ini bermanfaat untuk sesaat sambil menunggu musim hujan,” ujarnya.

Warga Menunggu Pasokan PDAM hingga Larut Malam

Kepala Desa Tonyaman, Nursam Said, mengungkapkan persoalan air bersih mulai dirasakan semakin berat dalam dua pekan terakhir.

Warga bahkan harus menunggu hingga larut malam untuk mendapatkan pasokan air PDAM karena distribusinya belum maksimal.

“Baru beberapa minggu ini betul-betul sangat susah. Jadi harus menunggu larut malam untuk air bersih, karena air PDAM tidak terlalu maksimal,” ujar Nursam.

Menurutnya, Dusun Lampelang menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak. Kesulitan serupa juga dirasakan sebagian warga Dusun Sarumpu, terutama masyarakat yang tinggal di kawasan permukiman nelayan.

“Kalau di Desa Tonyaman, yang paling terdampak itu di Dusun Lampelang. Kemudian sebagian Dusun Sarampu, khususnya di permukiman nelayan,” katanya.

Kondisi geografis membuat sebagian wilayah tersebut memang memiliki keterbatasan sumber air tawar. Saat kemarau, sumber air yang tersedia juga rentan tercampur air laut sehingga kadar garam meningkat.

“Bantuan ini sangat membantu masyarakat kami, khususnya pengguna air bersih. Tidak bisa dipungkiri bahwa di wilayah Pelang sangat minim air tawar. Kalau air asin memang banyak,” tuturnya.

Nursam menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan Republik Indonesia, Kejari Polewali Mandar, BPBD Polman, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran bantuan tersebut.

“Atas nama pemerintah desa dan seluruh masyarakat, kami berterima kasih kepada Kejaksaan Republik Indonesia, Kejaksaan Negeri Polewali Mandar, BPBD, serta semua pihak yang terlibat dalam bakti sosial penyaluran air bersih ini,” ujarnya.

Ia berharap distribusi air bersih dapat dilanjutkan apabila kondisi kekeringan belum berakhir. Pasalnya, kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari warga masih tinggi, sementara pasokan PDAM belum sepenuhnya normal.

Warga pun kini berharap ada langkah lanjutan untuk menjaga ketersediaan air bersih hingga musim hujan tiba.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button