Kenali Pasikologi Anak Didik, SDN Kotakulon 1 Bondowoso Gandeng Psikolog Terkenal

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Sebagai bentuk tanggungjawab atas psikologi anak dengan berbagai latar belakang dan masalah, SDN Kotakulon 1 Bondowoso menggelar kegiatan parenting dengan tema “Sosialisasi Hasil Asesmen Psikologi Anak dan Memahami Pola Asuh”.
Tidak tanggung-tanggung, sekolah yang menjadi barometer SD se-Kabupaten Bondowoso ini menggandeng Psikolog terkenal, Enyke, Owner Klinik Psikologi Ekadya. Seluruh wali murid dan guru mengikuti kegiatan yang sangat urgen ini.
“Sekolah sebagai Pusat Belajar Formal harus selalu melibatkan wali murid untuk mengetahui psikologi anak. Penjelasan Psikolog Enyke sangat membantu guru dan wali murid mendeteksi kejiwaan anak dalam Proses Belajar Mengajar,” kata KS SDN Kota Kulon 1 Andik Widartiningsih, S.Pd, M.Pd.
Winda, sapaannya, menyampaikan bahwa kegiatan parenting merupakan bagian komitmen sekolah dalam memberikan pendampingan yang menyeluruh kepada peserta didik. Sekolah berencana melakukan asesmen psikologi bagi siswa kelas tinggi sebagai langkah persiapan dalam menghadapi masa pubertas.
Asesmen ini diharapkan dapat membantu sekolah dan orang tua memahami kondisi psikologis siswa, sehingga pendampingan dapat diberikan secara lebih tepat, termasuk dalam melihat pengaruh perubahan psikologis terhadap proses dan hasil belajar.
Menurutnya, masa pubertas merupakan fase penting dalam perkembangan anak yang membutuhkan perhatian dari orang tua dan guru. Perubahan fisik, emosional, sosial, dan psikologis yang dialami anak perlu dipahami agar dapat direspons dengan pendekatan yang positif dan sesuai dengan tahap perkembangannya.
Psikolog Enyke menjelaskan, berbagai hal yang berkaitan dengan kondisi psikologis anak, karakter, kebutuhan emosional, serta bagaimana lingkungan keluarga dan sekolah dapat memberikan dukungan yang tepat bagi tumbuh kembang anak.
“Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu orang tua dan guru dalam mendampingi anak secara lebih bijaksana, baik dalam aspek akademik maupun sosial-emosional.” terangnya. Antusiasme terlihat dari keaktifan wali murid dan guru selama kegiatan berlangsung.
Peserta mengikuti materi dengan seksama serta berkesempatan berdiskusi dan menyampaikan berbagai hal yang berkaitan dengan perkembangan anak dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan, dengan parenting terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara sekolah, guru, dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang peserta didik. (Syamsul Arifin/Bernas)



