Ketapang Night Culture Festival 2026 Season 2 Semarak, Wali Kota Probolinggo: Perkuat Budaya dan Dongkrak Ekonomi Warga

BeritaNasional.ID, PROBOLINGGO JATIM – Ketapang Night Culture Festival 2026 Season 2 kembali menyemarakkan kawasan Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Sabtu (11/4) malam. Festival yang dipenuhi cahaya, warna, dan kreativitas ini menjadi ajang pertemuan antara seni budaya, ekonomi masyarakat, dan potensi pariwisata daerah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri langsung oleh Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, bersama Ketua TP PKK dr. Evariani. Kehadiran keduanya menambah semarak suasana yang sejak awal telah dipadati masyarakat.
Rangkaian acara diawali dengan pawai budaya dari Kelurahan Ketapang menuju panggung utama di Jalan Argopuro, Perumahan Kopian. Sepanjang rute pawai, warga tampak antusias menyaksikan berbagai penampilan seni yang ditampilkan peserta.
Sesampainya di panggung utama, festival memasuki puncak acara dengan penampilan tari serta busana kreasi warga dari RW 1 hingga RW 5. Beragam pertunjukan tersebut menunjukkan bahwa budaya lokal tidak hanya tetap terjaga, tetapi juga berkembang secara kreatif dengan sentuhan modern.
Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, mengatakan bahwa festival ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam melestarikan seni dan budaya daerah.
“Ketapang Night Culture Festival ini menjadi bukti komitmen kita bersama untuk melestarikan seni dan budaya lokal. Kegiatan ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga bagian dari penguatan identitas daerah sebagai pusat kebudayaan sekaligus pintu gerbang pariwisata,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan festival yang melibatkan ratusan peserta tersebut tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, serta para pelaku seni.
“Kesuksesan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Inilah kekuatan kita, yaitu gotong royong dan kreativitas masyarakat,” tambahnya.
Selain menjadi panggung seni dan budaya, festival ini juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Puluhan stan UMKM dari Kelurahan Ketapang dipadati pengunjung sejak awal acara. Berbagai produk yang dijual, mulai dari makanan, minuman, hingga sembako murah, menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
Bahkan, sebagian besar dagangan para pelaku UMKM tersebut habis terjual selama festival berlangsung. Hal ini menunjukkan tingginya perputaran ekonomi yang terjadi dalam kegiatan tersebut.
Dampak ekonomi juga dirasakan oleh pedagang kaki lima, penyedia jasa parkir, hingga pelaku usaha kecil lainnya yang turut meramaikan kegiatan.
Wali Kota berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan karena memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya menggerakkan ekonomi kerakyatan, tetapi juga memastikan warisan budaya tetap hidup dan relevan bagi generasi mendatang,” pungkasnya.
Sementara itu, Lurah Ketapang, Gunawarman Tri Pambudhi, menjelaskan bahwa festival ini merupakan bagian dari upaya revitalisasi budaya sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat.
“Ketapang Night Culture Festival ini menjadi langkah nyata untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal serta memberikan ruang edukasi kepada masyarakat agar semakin mencintai warisan tradisinya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kegiatan yang melibatkan ratusan peserta tersebut juga memiliki tujuan strategis dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Selain melestarikan seni budaya, festival ini juga menjadi media pemberdayaan UMKM lokal agar dapat berkembang dan berkontribusi dalam memperkuat perekonomian masyarakat di Kelurahan Ketapang,” jelasnya.
Melalui perpaduan seni, partisipasi masyarakat, dan perputaran ekonomi, Ketapang Night Culture Festival 2026 Season 2 diharapkan mampu menjadi agenda tahunan yang tidak hanya meriah, tetapi juga memperkuat citra Kota Probolinggo sebagai kota yang berbudaya, kreatif, dan menarik bagi wisatawan.
(Yuli/Bernas)



