ACEHHukum & Kriminal

Ketua Umum (YPMA) Bireuen Desak Kajari, Usut tuntas Kasus Pungli Kemenag

Beritanasional.Id, Bireuen – Dalam proses hukum di dunia hitam yang digambarkan scandal kutipan liar pungli dana BOS serta gaji guru di kantor kementerian agama (Kemenag) kabupaten Bireuen. Terkesan tersedak dan tak ada kejelasan

Kasus dugaan pungli yang ditangani tim Kejari Bireuen tersebut, jadi sorotan publik terkait keseriusan penegak hukum dalam menangani kasus dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh pejabat Kemenag setempat.

Banyak pihak berharap agar kasus tersebut tidak lolos dari jeratan hukum sesuai undang-undang yang berlaku di republik Indonesia.

Sorot tajam tersebut juga menjadi fokus pihak pemerhati sosial dan kebijakan publik di daerah ini, salah satunya adalah Yayasan Pemimpim Muda Aceh (YPMA).

Ketua Umum YPMA, Yusri S, Sos, kepada media ini mengakatan bahwa pihaknya mendesak Aparat ( kejaksaan negeri Bireuen) untuk lebih fokus dalam mengusut skandal dugaan pungli yang ikut menjerat beberapa pejabat di kankemenag Kabupaten Bireuen.

“Kita berharap sangat kepada Kejari Bireuen Lebih fokus dan konsisten dalam proses penanganan perkara kasus ini,” kata Yusri, Jumat (27/12/19) di Bireuen.

Yusri menambahkan, Kasus yang diduga berpotensi kerugian negara mencapai Rp 500 lebih itu, telah mencoret lingkungan Kankemenag setempat, bahkan sejumlah pihak penerima manfaat juga telah dirugikan pasca aksi pungli itu dilakukan.

“Ini bukan kasus biasa, sebab imbas yang berdampak sangat luas, bahkan termasuk ke sosial jatidiri lingkungan Lembaga berbazis agama islam ini,” timpalnya lagi.

Secara terpisah Kajari Bireuen, Muhammad Junaedi SH MH, melalui Kasi Intel, Fri Wisdom S Sumbayak SH, yang dikonfirmasi wartawan, media ini membenarkan adanya prnanganan kasus tipikor itu dan kini sudah ditahap penyidikan.

“Ada dua perkara yang sedang kita proses yang melibatkan pegawai Kankemenag dan Guru di beberapa Madrasah, dan prosesnya sudah masuk ke tahap peyidikan,” Fri Wisdom, menjawab pertanyaan wartawan. (Reza)

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close