Komitmen Religius Bupati Polman, Kafilah MTQ XI Diguyur Bantuan

BeritaNasional.ID POLMAN SULBAR–Perhatian dan komitmen terhadap penguatan syiar Islam di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) kembali ditunjukkan oleh Bupati H. Samsul Mahmud. Dalam rangka mendukung pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XI tingkat kabupaten, ia menyalurkan bantuan dana pribadi kepada seluruh kafilah peserta dari 16 kecamatan.
Bantuan sebesar Rp5 juta untuk tiap kafilah tersebut diserahkan langsung saat Bupati mengunjungi pemondokan para peserta di Kecamatan Tinambung, yang menjadi pusat pelaksanaan MTQ tahun ini. Kehadiran orang nomor satu di Polman itu disambut hangat oleh para peserta dan official kafilah.
Para penerima bantuan mengaku sangat terbantu dengan dukungan tersebut, terutama untuk memenuhi kebutuhan selama mengikuti rangkaian lomba. Kepala KUA Kecamatan Alu, Muad Kadir, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perhatian yang diberikan.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Polman atas kepeduliannya terhadap kafilah,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).
Muad juga menilai, kepedulian Bupati terhadap kegiatan keagamaan bukanlah hal baru. Bahkan sebelum menjabat sebagai kepala daerah, H. Samsul Mahmud dikenal aktif mendukung berbagai kegiatan syiar Islam.
“Ini adalah bentuk konsistensi beliau dalam mendukung kegiatan keagamaan. Semoga menjadi berkah bagi daerah dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” tambahnya.
Apresiasi serupa disampaikan Camat Tinambung, Rifa’i Husain. Ia menyebut bantuan tersebut sebagai wujud perhatian nyata pemerintah daerah terhadap pengembangan tilawatil Qur’an di Polman.
“Alhamdulillah, kafilah kami juga menerima bantuan. Ini bentuk kepedulian luar biasa dari Bupati dalam mendorong generasi Qur’ani di daerah kita,” katanya.
MTQ ke-XI tingkat Kabupaten Polewali Mandar diikuti oleh kafilah dari 16 kecamatan, yakni Alu, Anreapi, Balanipa, Binuang, Campalagian, Mapilli, Limboro, Matakali, Polewali, Wonomulyo, Tapango, Tinambung, Tutar, Matangnga, Bulo, dan Luyo.
Kegiatan ini menjadi ajang strategis dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah di daerah.



