Nasional

Kontras: Radikalisasi Semakin Mengakar Kedalam Institusi Keluarga

image_pdf

BeritaNasional.ID Jakarta – Penyerangan teroris yang melibatkan anak dan perempuan, akhir-akhir ini menjadi sorotan dari berbagai pihak. Sebab kasus teror kini berbeda dengan yang terjadi di masa-masa sebelumnya.

Koordinator kontras Yati Andriyani menjelaskan, penyerangan teroris yang terjadi belakangan ini sebetulnya memberikan satu dimensi yang berbeda, dimana pelaku itu melibatkan anak dan perempuan.

“Semakin pemerintah melakukan upaya-upaya pemberantasan terorisme, tetapi justru radikalisasi semakin mengakar ke dalam institusi keluarga, misalnya perempuan dan juga anak sekarang terlibat secara aktif sebagai pelaku kekerasan,” jelasnya di kantor Kontras,Jakarta Pusat, Kamis (17/5/2018).

Menurutnya, sosialisasi hukum yang massif tidakberefek secara signifikan terhadap masalah radikalisasi yang membenarkan tindakan kekerasan dalam bentuk terorisme.

Selain itu, setelah terjadinya gelombang terorisme, akan muncul juga satu reproduksi kekerasan yang muncul dalam bentuk kecurigaan atau antipati terhadap indentitas kulturan tertentu.

“Menurut saya, ini adalah problem yang justru lebih bahaya dalam jangka panjang dari pada serangan fisik. Tetapi bukan berarti serangan fisik tidak berbahaya, berbahaya juga,” paparnya.

“Sebagai contoh, berdar video yang mencurigaibseorang santri yang hendak pulang, atau mencurigai dan melarang wanita bercadar untuk masuk ke dalam bus,” sambungnya.

Dengan demikian, ini merupakan pekerjaan rumah yang tidak bisa dijawab oleh semua undang-undang terorisme. “Menurut saya, ini merupakan kritik yang sangat keras untuk lembaga-lembaga seperti BNPT dan LPSK dalam menangani saksi dan korban,” pungkasnya. (dki1/bams)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also

Close
Close