Kreativ..! Andi Menyulap Limbah Kayu Menjadi Karya Seni Bernilai Tinggi

392 total views, 8 views today

BeritaNasional.ID,Parepare_Kreativitas menembus batas. Barang yang tadinya dipandang sebelah mata ternyata bisa diubah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi tinggi.

Seperti yang dilakukan Andi Sandi (29), Pemuda berasal dari Kota Parepare Sulawesi Selatan ini mampu menyulap limbah kayu menjadi karya seni yang sangat bernilai.

Ia mengubah kayu rencek jati atau kayu sisa-sisa bongkahan jati dan jenis kayu lainnya yang sering digunakan industri pabrik kayu maupun sisa pekerjaan dari tukang kayu setempat dibuatnya menjadi sebuah karya seni yang bernilai tinggi.

Di tangannya, kayu yang kerap menjadi hiasan dinding baik itu diukir, ditatah dan dirempelas menjadi beraneka bentuk wajah, gambar keluarga hingga logo restoran dan tergantung pesanan yang diminati dengan ukuran apik.

Dirinya mengaku, bahwa ide awal pembuatan kerajinan seni ukir itu muncul ketika ia melihat banyaknya bongkahan rencak kayu yang bertumpuk begitu saja dan kurang dimanfaatkan dan menurutnya juga mengurangi potensi banjir akibat dari dampak limbah kayu tersebut.

Berbekal ilmu ukir yang ia tekuni sejak dua tahun lalu, ketika awalnya hanya iseng menggeluti dunia seni khususnya seni ukir. Ia lantas mencoba mengubah limbah kayu menjadi sebuah sketsa dan hasilnya banyak pembeli yang berminat baik itu dari lintas daerah sulawesi selatan, kalimantan hingga peminat juga datang dari Jakarta.

“Sebenarnya saya bergelut di dunia ukir sudah sekitar 2 tahun lalu, namun karena banyaknya limbah kayu yang ada, kemudian saya mencoba membuat berbagai macam sketsa dari limbah kayu itu,” Jelas Andi, Rabu, (27/06/2018).

Limbah kayu jati yang kerap kali hanya dimanfaatkan menjadi bahan bakar, harganya cukup murah sehingga ia mencoba membuat karya seni dari limbah tersebut agar nilainya lebih tinggi, tuturnya.

“Untuk model sketsa tergantung bentuk limbah kayu yang di dapat, kadang saya bikin sketsa wajah, ukiran logo restoran dan warung kopi atau lainnya. Yah tergantung peminat sih..,” ungkap pria yang juga hobby mengoleksi benda pusaka seperti badik dan batu permata.

Dalam proses pembuatannya, Andi juga menggunakan proses manual yaitu dengan menggunakan tatah, gergaji, dan sejumlah alat manual serta dibantu dengan sebuah alat mesin ukir. Saat pembuatan, ia mengaku juga tidak kesulitan.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *