Lestarikan Warisan Leluhur, Paguyuban Aryawiraja Gelar Pameran Tosan Aji Perdana di Pendopo Lumajang

BeritaNasional.ID, LUMAJANG JATIM – Guna memperkuat kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya bangsa, Paguyuban Tosan Aji Aryawiraja menggelar Pameran Budaya Tosan Aji Nusantara untuk pertama kalinya. Bertempat di Pendopo Aryawiraja, Lumajang, perhelatan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dan resmi dibuka pada Jumat (09/01/2026).
Acara pembukaan berlangsung khidmat dengan kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Lumajang, serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lumajang. Kehadiran para pimpinan daerah ini menjadi simbol dukungan penuh pemerintah terhadap pelestarian budaya lokal.
Ketua Paguyuban Tosan Aji Aryawiraja, Musholi, SH, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang telah menyukseskan acara ini.
”Kami sampaikan terima kasih khusus kepada Empu Basuki Teguh Yuwono (Staf Khusus Menteri Kebudayaan RI & Pendiri Museum Brojobuwono) yang telah berkenan hadir. Juga kepada Bupati, Wakil Bupati, serta Haji Dani dan Haji Dika atas dukungan luar biasa yang diberikan sehingga pameran ini dapat terlaksana,” ujar Musholi.
Musholi juga berharap agar Pendopo Aryawiraja dapat menjadi pusat kreativitas budaya ke depannya. Beliau menekankan bahwa acara ini bukan sekadar pameran, melainkan titik awal kebangkitan pelestarian Tosan Aji di Lumajang, yang juga diisi dengan program edukasi pusaka bagi siswa-siswi sekolah.
Bupati dan Wakil Bupati Lumajang dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Paguyuban Aryawiraja. Pemerintah daerah secara terbuka mempersilahkan Pendopo Aryawiraja untuk digunakan dalam kegiatan-kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat luas, khususnya dalam bidang kebudayaan.
Senada dengan hal tersebut, Empu Basuki Teguh Yuwono menekankan pentingnya keberlanjutan kegiatan seperti ini. Sebagai pakar yang berdedikasi melestarikan keris sebagai warisan dunia UNESCO, beliau berharap kecintaan masyarakat Lumajang terhadap warisan budaya Nusantara terus berkembang pesat.
Pameran ini tidak hanya menjadi ajang pameran visual, tetapi juga menjadi pusat ekonomi kreatif bagi para kolektor. Pemburu barang antik dari seluruh Indonesia juga hadir menyaksikan acara tersebut, banyak koleksi yang terjual di hari pertama pembukaan.
Tak hanya dari para pemburu koleksi barang antik yang hadir, baik dari kalangan umum dan pelajar juga ikut serta hadir menyaksikan dan menikmati serta mencari tau dari mana asal muasal barang yang di lihatnya di pameran saat ini, mempelajari sejarah dan filosofi di balik bilah pusaka yang di pamerkan.
Kegiatan ini di harap menjadi sinyal positif bagi masa depan pelestarian budaya di kabupaten Lumajang.
(Rochim/Bernas)



