LIMBAS Ingatkan Bahaya Kesimpulan Prematur dalam Kasus Dugaan Keracunan Siswa

BeritaNasional.ID POLMAN SULBAR–LSM LIMBAS menyoroti dugaan keracunan yang dialami belasan siswa di SDN 010 Binuang, Kecamatan Binuang, yang disebut-sebut berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua LSM LIMBAS, Baharuddin, menegaskan bahwa setiap dugaan insiden kesehatan yang melibatkan peserta didik harus ditangani secara ilmiah dan transparan.
Ia mengingatkan agar publik tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum adanya hasil pemeriksaan medis dan pengujian laboratorium yang sahih.Jelas Bahar. Sabtu 14 Februari
Menurutnya, apabila makanan dari dapur program MBG menjadi sumber utama persoalan, maka potensi dampak seharusnya tidak hanya terjadi pada sejumlah kecil siswa.
Hal tersebut mengingat distribusi makanan program tersebut menjangkau ribuan pelajar setiap harinya di berbagai sekolah.
Baharuddin menilai, berbagai kemungkinan lain tetap harus menjadi perhatian, termasuk potensi pengaruh jajanan di luar pengawasan sekolah maupun faktor sanitasi lingkungan yang dapat memicu gangguan kesehatan.
Ia mendorong instansi kesehatan melakukan investigasi menyeluruh dengan meneliti sampel makanan program, jajanan siswa, hingga kondisi higienitas lingkungan sekitar sekolah.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan penyebab insiden secara akurat sekaligus mencegah polemik berkepanjangan di masyarakat.
Selain itu, kondisi cuaca yang tengah memasuki musim penghujan. Perubahan cuaca dinilai dapat meningkatkan kerentanan anak-anak terhadap gangguan kesehatan seperti diare, mual, hingga nyeri perut.
LSM LIMBAS mengingatkan seluruh pihak agar bersikap proporsional dan tidak menggiring opini publik yang berpotensi menimbulkan kesimpulan prematur terhadap program pemerintah sebelum hasil investigasi resmi diumumkan.
“Kami berharap semua pihak menahan diri dan menunggu hasil pemeriksaan tenaga kesehatan agar persoalan ini disikapi berdasarkan data dan fakta,” tegas Baharuddin.
Sebelumnya, sebanyak 15 siswa dilaporkan mengalami keluhan kesehatan berupa sakit perut, pusing, dan mual.
Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak terkait guna memastikan penyebab pasti kejadian.



