BondowosoDaerahJawa Timur

LKBH PGRI Bondowoso Ingatkan Korwil, K3S, dan KS Tidak Intimidasi Guru

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Kemenangan Dr. H. Teguh Sumarsono atas  Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd atas dualisme PB PGRI oleh Mahkamah Agung (MA) berdampak hingga ke daerah.

Pengurus PGRI daerah, hususnya di Bondowoso versi Unifah, sapaannya, enggan ‘melepaskan’ PGRI walau bosnya sudah keok secara hukum.  Bahkan yang lebih parah lagi, Pengurus PGRI yang menjabat sebagai Koordinator Wilayah (Korwil), Kegiatan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), dan Kepala Sekolah (KS) melakukan intimidasi pada guru.

Oleh karena itu, Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum PGRI Bondowoso, Ahroji, SH mengingatkan seluruh Korwil, K3S, Kepala Sekolah atau yang lainnya, mengingatkan jangan melakukan intimidasi  dan intervensi pada guru.

“Saya sebagai Koordinator LKBH PGRI mengingatkan kepada seluruh Korwil, K3S, KS, dan yang lainnya tidak melakukan intimidasi dan intervensi terhadap guru yang bergabung dengan PGRI pimpinan Dr. Drs. H. Sugiono Eksantoso, MM,” kata Roji, sapaannya.

Sebab, lanjutnya, kalau intimidasi tersebut menimbulkan dampak negatif, misalnya guru menjadi takut, maka bisa dilaporkan ke Polisi. Tim kami sekarang sedang menginventarisir oknom Korwil, K3S, KS atau yang lainnya yang diduga melakukan initimidasi.

Ditambahkan, PGRI ini merupakan organisasi profesi dan merumahkan besar bagi PGRI. Pejabat dalam tingkatakan apapun, apalagi hanya sekelas Korwil, K3S, KS, dan yang lainnya tidak berhak melakukan intimidasi dan intervensi terhadap guru yang akan bergabung dengan PGRI.

Data yang masuk Tim Investigator PGRI, pihak yang melakukan intimidasi antara lain di Pasarejo yang dilakukan KS ke guru, di Sumberwringin Penilik melakukan intimidasi terhadap Kepala TK, di Kota juga ada dan yang terparah di Wringin.

“Saya mendapat informasi di Wringin ada okonom anggota DPRD yang turut melakukan intimidasi. K3S dan Korwil bahkan sesama KS bahkan melakukan pembulian. Oknom dewan, K3S, dan Korwil sudah tidak professional lagi,” jelasnya.

Informasinya, kata Roji, ada dua KS yang berseteru, namun Korwil dan K3S-nya justeru tidak bersikap netral, karena hanya membela salah satu diantara kedua KS tersebut. Kalau ini terus terjadi, LKBH akan melakukan tindakan tegas. (Syamsul Arifin/Bernas)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button