HeadlineJawa TimurNasionalRagamSitubondo

Menteri Desa Dukung Gagasan Pemkab Situbondo Gelar Festival Anyer–Panarukan Berskala Nasional

BeritaNasional.id, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Situbondo merencanakan penyelenggaraan Festival Anyer–Panarukan sebagai agenda budaya dan sejarah berskala nasional. Festival ini diinisiasi Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo dengan mengangkat kembali jejak historis Jalan Raya Pos Anyer–Panarukan yang dibangun pada era kolonial.

Bupati yang akrab disapa Mas Rio menegaskan, festival tersebut tidak dirancang sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebagai ruang edukasi sejarah sekaligus penguatan identitas daerah. Jalur sepanjang lebih dari 1.000 kilometer itu dinilai memiliki nilai historis yang kuat dan relevan untuk dikontekstualisasikan dengan pembangunan desa serta pariwisata masa kini.

“Festival ini kami gagas untuk menghidupkan kembali memori kolektif bangsa tentang Jalan Raya Pos Anyer–Panarukan, sekaligus mendorong desa-desa di sepanjang jalur sejarah tersebut tumbuh melalui ekonomi kreatif dan pariwisata,” ujar Mas Rio,

Rencana penyelenggaraan festival juga disiapkan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Serang, Banten, sebagai titik awal Jalur Anyer. Mas Rio menyebutkan, komunikasi awal telah dilakukan dengan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah guna membangun sinergi antardaerah dalam menghadirkan festival berbasis sejarah nasional.

“Kami sepakat bahwa Anyer–Panarukan adalah narasi besar bangsa yang harus dihadirkan bersama. Kolaborasi lintas daerah menjadi kunci agar festival ini tidak bersifat parsial,” kata bupati lulusan Universitas Indonesia tersebut.

Festival Anyer–Panarukan direncanakan dikemas dalam berbagai kegiatan, mulai dari pameran sejarah, pertunjukan seni budaya, hingga pelibatan UMKM desa. Pemerintah daerah juga akan melibatkan sejarawan, komunitas budaya, serta generasi muda agar festival memiliki kedalaman makna.

“Kami ingin generasi muda tidak hanya mengenal Anyer–Panarukan dari buku sejarah, tetapi merasakannya sebagai bagian dari identitas sekaligus peluang masa depan,” tambahnya.

Inisiatif tersebut mendapat respons positif dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI Yandri Susanto. Ia menilai pendekatan sejarah yang dipadukan dengan pemberdayaan desa sejalan dengan agenda pembangunan berbasis kearifan lokal yang tengah didorong pemerintah pusat.

“Ini contoh bagaimana sejarah tidak hanya dikenang, tetapi dimanfaatkan sebagai kekuatan pembangunan desa. Kami menyambut baik inisiatif Situbondo yang mengaitkan warisan sejarah dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Yandri dalam pertemuan bersama Bupati Situbondo di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Menurut Yandri, festival tersebut berpotensi membuka ruang kolaborasi antardaerah, khususnya desa-desa yang berada di sepanjang lintasan Anyer–Panarukan, sekaligus memperkuat narasi kebangsaan melalui jalur sejarah yang pernah menjadi tulang punggung mobilitas Pulau Jawa.

Pemerintah Kabupaten Situbondo dan Serang berharap Festival Anyer–Panarukan dapat masuk dalam kalender event nasional. Melalui kerja sama lintas daerah, festival ini diharapkan menjadi model pengembangan kegiatan budaya berbasis sejarah yang memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat dari ujung barat hingga timur Pulau Jawa.

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button