Musrenbang Desa Bernung 2027 Digelar, Warga Dorong Perbaikan Jalan hingga RTLH

BeritaNasional.ID, Pesawaran – Pemerintah Desa Bernung, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) untuk Tahun Anggaran 2027. Dalam forum tersebut, warga ramai-ramai mengusulkan perbaikan infrastruktur dan penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) sebagai prioritas utama.
Musrenbangdes yang berlangsung di Balai Desa Bernung, Rabu (21/1/2026), menjadi wadah penyampaian aspirasi masyarakat dari seluruh dusun. Perbaikan jalan penghubung antar dusun menjadi usulan paling dominan karena dinilai menghambat aktivitas warga dan perekonomian desa.
Ketua BPD Desa Bernung, Muslim Badawi, yang membuka kegiatan tersebut mewakili kepala desa, menegaskan bahwa Musrenbangdes merupakan forum strategis untuk menentukan arah pembangunan desa.
“Musrenbangdes ini adalah wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung agar pembangunan desa benar-benar sesuai kebutuhan warga,” kata Muslim.
Selain jalan, warga juga menyoroti kondisi balai dusun yang dinilai sudah tidak layak dan membutuhkan perbaikan segera karena berfungsi sebagai pusat kegiatan dan pelayanan masyarakat.
Masalah RTLH Mengemuka
Usulan penanganan rumah tidak layak huni juga mencuat dari sejumlah dusun. Warga Dusun Sukoharjo mengusulkan perbaikan tiga rumah berbahan geribik yang kondisinya nyaris roboh. Sementara itu, Dusun Taman Rejo mengajukan perbaikan RTLH serta perbaikan jalan dusun sepanjang sekitar 200 meter.
Dari Dusun Suka Negeri, warga mengusulkan perbaikan gapura dusun, pengadaan mesin pemotong rumput, penambahan kursi dusun, bantuan bibit tanaman dan polibag, serta pengaktifan kembali RISMA yang selama ini tidak berjalan.
Seluruh usulan tersebut dicatat dan dibahas bersama untuk ditetapkan sebagai skala prioritas pembangunan Desa Bernung pada 2027.
Kades Akui RTLH Jadi PR
Kepala Desa Bernung, Deswan, mengatakan hasil Musrenbangdes akan dibawa ke Musrenbang tingkat kabupaten agar mendapat perhatian pemerintah daerah.
“Semua usulan masyarakat ini akan menjadi bahan perencanaan pembangunan tahun 2027, baik pembangunan fisik maupun kemasyarakatan,” ujar Deswan.
Ia mengakui persoalan RTLH masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah desa. Menurutnya, keterbatasan Dana Desa, terutama akibat penurunan anggaran pada 2025, membuat penanganan belum bisa maksimal.
“Kami berharap ada dukungan dari pemerintah daerah melalui dinas terkait maupun Baznas untuk program bedah rumah, agar dapat membantu warga yang benar-benar membutuhkan,” jelasnya.
Sekcam Gedong Tataan, Ramadi, mengapresiasi pelaksanaan Musrenbangdes Desa Bernung yang disebutnya sebagai desa pertama di kecamatan tersebut yang menggelar Musrenbangdes tahun ini.
“Forum ini penting untuk menyusun program prioritas desa, apalagi dengan adanya perubahan pagu anggaran Dana Desa,” kata Ramadi.
Ia juga mendorong pemerintah desa untuk mencari terobosan peningkatan Pendapatan Asli Desa (PAD) melalui kerja sama dengan berbagai pihak.
Musrenbangdes Desa Bernung berlangsung tertib dan kondusif. Hasil kesepakatan musyawarah akan dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027. Kegiatan ini dihadiri perangkat desa, BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, kader PKK, serta perwakilan Kecamatan Gedong Tataan. ( BAYU)



