Sosiologi UNAND Perkuat Kapasitas Tangguh Bencana Nagari Guguak Malalo

BeritaNasional.ID, SUMBAR – Departemen Sosiologi Universitas Andalas (UNAND) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertema Peningkatan Kapasitas Nagari Tangguh Bencana di Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Selasa (27/5/2025). Kegiatan ini berlangsung di Kantor Wali Nagari Guguak Malalo sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Kegiatan pengabdian ini didahului dengan berbagai persiapan oleh Ketua Departemen dan tim dosen Departemen Sosiologi UNAND, mulai dari pembahasan pra-lapangan, perumusan metode, hingga penyusunan teknis pelaksanaan. Persiapan tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat nagari.
Peserta kegiatan terdiri atas unsur Pemerintahan Nagari, pemuka adat dan tokoh masyarakat, serta relawan kebencanaan atau Kelompok Siaga Bencana (KSB) Nagari Guguak Malalo. Fokus utama kegiatan adalah penguatan fungsi dan peran KSB sebagai institusi lokal dalam mitigasi bencana, khususnya gempa bumi dan potensi tsunami danau.
Kegiatan diawali dengan pemaparan tujuan pengabdian masyarakat oleh tim dosen, dilanjutkan dengan sesi perkenalan untuk membangun komunikasi dan kedekatan antara tim pengabdian dan peserta. Selanjutnya, tim menyampaikan materi mengenai peningkatan kapasitas tanggap bencana berbasis komunitas yang menjadi salah satu fokus kajian Departemen Sosiologi UNAND.
Acara secara resmi dibuka oleh Wali Nagari Guguak Malalo. Dalam sambutannya, Wali Nagari memaparkan kondisi nagari, potensi risiko kebencanaan, serta tantangan dalam pengelolaan organisasi siaga bencana di tingkat lokal. Diskusi berlangsung dinamis dan mendapat respons antusias dari peserta yang aktif menyampaikan pandangan dan pengalaman.
Melalui kegiatan ini, peserta menyepakati sejumlah poin penting, antara lain meningkatnya kesadaran kolektif terhadap risiko bencana di Nagari Guguak Malalo, pemahaman tentang mitigasi bencana berbasis komunitas, serta penguatan peran kelembagaan Kelompok Siaga Bencana sebagai garda terdepan penanggulangan bencana. Peserta juga mengidentifikasi tiga pilar utama mitigasi bencana, yaitu pencegahan, kesiapsiagaan, dan rehabilitasi, yang dikontekstualisasikan dengan kearifan lokal.
Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat berjalan dengan baik berkat koordinasi intensif antara tim pengabdian dan Pemerintah Nagari. Dukungan penuh Wali Nagari serta partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting keberhasilan kegiatan ini. Pendekatan pendidikan orang dewasa yang digunakan juga mendorong keterlibatan aktif peserta dalam diskusi.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditutup dengan sesi foto bersama serta penyerahan cendera mata kepada Pemerintah Nagari Guguak Malalo sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin. (IPI)



