Nashim Berjanji Sejahterakan Konstituennya, Hususnya Petani Ijen

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Sejak tahun 1952, warga dari berbagai daerah sudah bermukim di Ijen. Mereka menggarap lahan milik Belanda saat itu secara turun temurun. Kini lahan tersebut dikuasi oleh PTPN 1 Regional 5.
Beberapa tahun terahir ini sering terjadi konflik antara petani dengan PTPN. Ahirnya seluruh instansi terkait turun tangan untuk menyelesaikan konflik tersebut. Mulai dari Pemkab, Kodim, Polres, Kejaksaan hingga anggota Komisi VI DPR RI, Nashim Khan.
Nashim, sapaannya, mengaku terpanggil untuk ikut serta menyelesaikan konflik tersebut. Karena sebagai wakil rakyat mewakili Kabupaten Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi, konstituennya harus hidup sejahtera, termasuk petani Ijen.
“Beri kami waktu untuk menyelesaikan konflik ini. Kami akan melakukan penyelesaian secara humanis, bertahap dan sistimatik dengan melibatkan Forkopimda, Petani Ijen, dan PTPN 1 Regional 5,” jelasnya.
Nashim berharap, Petani Ijen tidak mudah terprovokasi oleh ulah Provokator yang akan mengadu domba. Tetaplah bersatu dan fokus pada menyelesaikan masalah dengan PTPN, agar bisa menemukan solusi yang win-win solution.
Ditambahkan, kesepakatan dalam pertemuan di Aula Kejaksaan, PTPN melalui Hak Guna Usaha (HGU) yang sudah dikontrak oleh Java Coffee Estate (JCE) bekerjasama dengan Petani Ijen. Petani Ijen yang ingin menanam holtikultura akan disediakan lahan oleh PTPN.
“Kami akan memantau Forkopimda dan bekerjasama dengan mitra kami, BUMN/PTPN dalam pelaksanaan dilapangan. Kalau pembagian lahan PTPN tidak mungkin, tapi kalau bekerjasama dengan JCE bisa,” jelasnya.
Lahan tidak diganti oleh PTPN, tapi akan bekerjasama dengan Petani Ijen. Sudah ada kesepakatan, tinggal menyepakati system kerjasama, sekarang sedang digodok. Diharapkan semua pihak berkomitmen untuk mensejahterakan Petani Ijen.
Sesuai dengan UUD Pasal 33, bumi dan air milik dan dikelola oleh Negara, digunakan untuk kemakmuran rakyatnya. PTPN atas nama Negara mengelola lahannya untuk kesejahteraan Petani Ijen. (Syamsul Arifin/Bernas)
.



