Nenek Denisa Ditemukan Penyabit Di Dasar Lembah

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Setelah 3 hari Tim TRC BPBD, TNI/Polri, aparat Pemerintah Kecamatan dan Desa bersama masyarakat melakukan pencarian terhadap nenek Denisa, ahirnya ketemu juga.
Kepala Desa Kerang Kecamatan Sukosari Eko Purwanto menjelaskan, nenek Denisa ditemukan sekitar jam 09.00 WIB didasar lembah oleh penyabit rumput dalam keadaan lemah, karena tiga hari tiga malam tidak makan dan tidak minum.
“Saat ditemukan oleh penyabit, nenek Denisa dalam keadaan lemas. Setelah diinformasikan pada Tim, petugas langsung melakukan evakuasi. Walaupun kemiringan lembah mencapai 70 derajat, korban berhasil di evakuasi dengan selamat,” jelasnya.
Untungnya, kata Eko, sapaannya, saat melakukan evakuasi korban, cuaca masih cerah. Sebab jam 14.00 WIB hujan sangat deras. Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Sukosari untuk mendapatkan perawatan.
Sebelumnya diberitakan, Nenek Denisa (59), warga Desa Kerang, Kecamatan Sukosari, dikabarkan hilang. Kemudian keluarganya melaporkannya pada BPBD hari Kamis (16/10/2025) sekitar jam 04.15 WIB.
Setelah mendapat laporan orang hilang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso bersama warga melakukan pencarian terhadap Nenek Denisa. Menurut putra korban, Ahik, ibunya terlihat oleh tetangga membuka pintu rumahnya sekitar jam 01.00 WIB dini hari, tapi pintunya ditutup lagi.
Namun setelah di cek sekitar jam 04.15 WIB, nenek yang mempunyai penyakit pikun ini sudah tidak ada di kamar tidurnya. “Sebetulnya pada jam 01.00 WIB dinihari tetangga memergoki ibu saya membuka pintu rumah, tapi tidak jadi keluar,” kata Ahik kepada Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD.
Tapi setelah cek di kamar tidurnya jam 04.15 WIB, ibu sudah tidak ada.. Ahik mengakui ibunya pikun. Beberap waktu yang lalu, Nenek Denisa juga hilang. Setelah dilakukan pencarian baru ditemukan sehari setelah hilang.
Lokasi penemuannya cukup jauh dari rumah, di Desa Tangsil, Kecamatan Wonosari. Sekarang, lanjutnya, ibu tidak diketahui keberadaannya. Oleh karena itu saya minta bantaun BPBD. Saat meninggalkan rumah, ibu mengenakan baju putih bergaris, jarik berwarna hitam dan kerudung hijau. (Syamsul Arifin/Bernas)



