Oknum Polisi Larang Wartawan Ambil Gambar Saat Proses Evakuasi Korban

BeritaNasional.ID, BONDOWOSO JATIM – Oknum Polisi telah melanggar hukum. Dia melarang wartawan mengambil gambar korban Baim yang berhasil dievakuasi Tim Gabungan. Padahal wartawan ketika menjalankan tugas dilindungi UU.
Tidak puas dengan hanya melarang, tapi oknum Polisi tersebut mengancam akan memukul wartawan dengan tongkat kalau memaksa mengambil gambar. Untuk mendapatkan gambar tersebut, wartawan menunggu sejak tanggal 1 Mei 2025.
Mereka rela meninggalkan keluarganya untuk mendapatkan gambar yang bagus. Bahkan rela menunggu di sekitar hutan berhari-hari dekat Ponkesdes Binakal. Eee setelah sampai waktunya mengambil gambar malah dilarang dan diancam oleh oknum Polisi.
Begitu rombongan pembawa jenazah Baim muncul, para kuli tinta mendekat untuk mengambil gambar. Sungguh diluar dugaan, saat mau menjepret, oknum Polisi berteriak melarangnya dan mengancam akan memukul dengan tongkat yang dipegang jika wartawan memaksa memfoto.
Tentu saja, para kuli tinta terkejut dan heran. Sebab baru kali ini ada oknum Polisi yang melarang tugas wartawan mengambil gambar. Padahal sejatinya, Polisi adalah teman wartawan dilapangan, kok yang ini berbeda.
Ternyata informasinya, yang mendapat perlakuan tidak nyaman dari oknum Polisi tersebut, bukan hanya wartawan, tapi juga petugas Basarnas yang susah payah mencari dan mengevakuasi mayat Baim.
Sementara itu, Yono, Pemred FTV Jember mengatakan, wartawan yang akan mengambil gambar tidak menghalangi jalur evakuasi. Mereka berdiri sekitar 5m dipinggir jalur evakuasi dan dalam posisi siap mengambil gambar.
“Untuk mencapai lokasi pengambilan gambar, para kuli tinta harus berjibaku dengan jalan berlumpur dan medan yang terjal. Teman-teman dibentak dengan nada keras tidak boleh memotret,” kesalnya.
Oknum Polisi tersebut terus ngomel tidak karuan. “Saya tidak peduli kamu wartawan, kamu memaksa ambil gambar saya pentung dengan kayu ini,” kata Yono menirukan aksi cowboy sang oknum Polisi.
(Syamsul Arifin/Bernas)



