Pembangunan Bandara KASA Libatkan 250 Pekerja Lokal, Kualitas Runway Jadi Prioritas

BeritaNasional.id, SITUBONDO — Proyek pembangunan Bandara KKH As’ad Samsul Arifin (KASA) di Kabupaten Situbondo terus berjalan. Pihak penanggung jawab proyek menegaskan komitmennya untuk melibatkan masyarakat lokal sekaligus menjaga kualitas pekerjaan sesuai standar teknis penerbangan.
Ade, salah satu penanggung jawab pembangunan Bandara KASA, mengungkapkan bahwa proyek tersebut dikerjakan oleh PT Naurah Dinamika Nusantara selaku kontraktor utama. Ia memastikan, sejak awal pelaksanaan, pihaknya telah membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi masyarakat Situbondo.
“Selama ini kami sudah memberikan kesempatan kepada masyarakat lokal untuk terlibat langsung dalam proyek ini,” ujarnya. Sabtu 14/2/2026).
Saat ini, sedikitnya 250 tenaga kerja lokal telah dilibatkan dalam proses pembangunan. Selain itu, penyediaan sejumlah material konstruksi seperti tanah uruk, base course (beskos), pasir, hingga batu belah juga sebagian besar dipasok oleh pelaku usaha lokal.
Namun, Ade mengakui sempat terjadi penolakan terhadap beberapa material base course dari sejumlah penyedia. Penolakan itu dilakukan karena material yang dikirim dinilai tidak memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
“Material yang datang ada yang bercampur tanah dan lumpur, serta ukuran batunya tidak sesuai dengan spesifikasi,” jelasnya.
Ia menegaskan, proyek yang tengah dibangun merupakan fasilitas bandara yang memiliki standar keselamatan tinggi. Ketidaksesuaian material, khususnya pada lapisan dasar landasan (runway), berisiko menimbulkan dampak serius.
Beberapa risiko yang bisa terjadi antara lain munculnya genangan air akibat permukaan runway yang bergelombang, hingga kegagalan struktur berupa retakan yang berujung pada penurunan atau amblasnya landasan. Jika hal tersebut terjadi, maka pembongkaran dan pembangunan ulang runway harus dilakukan dari awal.
“Risiko itu tentu sangat berbahaya bagi keselamatan penerbangan, baik saat pesawat melakukan pendaratan (landing) maupun lepas landas (take off),” tegas Ade.
Ia menambahkan, pihaknya bekerja sesuai tenggat waktu yang harus dipertanggungjawabkan kepada Kementerian Pertahanan (Kemhan), sekaligus secara moral kepada seluruh masyarakat Situbondo. Saat peletakan batu pertama pembangunan, kegiatan tersebut dihadiri Bupati Situbondo, jajaran pejabat Provinsi Jawa Timur, perwakilan Kodam, serta sejumlah tokoh masyarakat dan ulama.
Di antaranya hadir pengasuh Ponpes Salafiyah Syafi’iyah, KHR Ahmad Azzaim Ibrahimi, serta pengasuh Ponpes Walisongo, KHR Moh Kholil As’ad.
Ke depan, pihak kontraktor juga berencana menambah jumlah tenaga kerja lokal sekitar 200 hingga 250 orang guna mempercepat penyelesaian proyek agar selesai tepat waktu.
“Kami tetap membuka peluang seluas-luasnya bagi masyarakat Situbondo untuk berpartisipasi, dengan tetap mengedepankan standar kualitas dan keselamatan,” pungkasnya.



