TNI Dan Polri

Peringatan HUT Ke-73 TNI AU Di Lanud Soewondo

image_pdf

BeritaNasional.ID Medan – Puncak perayaan dalam rangka HUT TNI AU ke 73 dilaksanakan upacara serentak di seluruh Indonesia yang dilaksanakan secara sederhana namun penuh khidmat. TNI AU Lanud Soewondo peringati HUT Ke 73 dengan upacara bertempat di lapangan bola Nawa Tunggal Lanud Soewondo, Selasa, (9/9/2019).

Kegiatan upacara ini bertemakan “berlandaskan jiwa profesional, militan, inovatif dan kemanunggalan bersama rakyat TNI AU siap melaksanakan tugas matra udara dalam mendukung tugas pokok TNI” .

Pelaksanaan upacara kali ini merupakan puncak dari seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan oleh TNI AU wilayah Medan diantaranya : kerja bakti masal membersihkan makam korban pesawat jatuh yang terletak tepat di depan Mako Kosek Hanudnas III, Donor darah, lomba Photo dirgantara, turnamen bola basket 3 on 3 dan ziarah ke makam pahlawan KODAM I/BB jalan SM Raja serta masih banyak lagi kegiatan lainya.

Upacara peringatan HUT TNI AU ke 73 yang di gelar di lapangan bola Nawa Tunggal Lanud Soewondo turut dihadiri oleh Gubernur Sumut yang diwakilkan staf ahli bidang pemerintahan, Kapoldasu, Kasdam I/BB, Danlantamal Belawan, Kabinda Sumut, Kapolrestabes Medan, Dandim 0201 /BS, Danwing III, Paskhas, Danyonko 469 Paskhas, Dansat Brimob, Dirpamobvit Poldasu, LO TNI AU, AL, Kodam I/BB, para asisten Kosek Hanudnas III, PJU Poldasu, Kakanwil Imigrasi serta tamu dan undangan.

Kepala staf angkatan udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna ( Kasau ) dalam kata sambutanya yang dibacakan Danlanud Soewondo Kolonel Pnb Dirk Poltje Lengkey mengatakan bahwa peringatan ke 73, hari TNI AU merupakan momentum yang sangat tepat untuk melestarikan nilai-nilai historis perjuangan TNI sejak awal berdiri serta sebagai evaluasi atas pencapaian yang telah diraih TNI AU sampai hari ini.

Dalam sambutanya Kasau juga menyampaikan beberapa kemajuan serta proyeksi prioritas pembangunan TNI AU pada masa mendatang. Diantaranya kasau mengapresiasi kinerja seluruh personel TNI AU karena dalam tahun 2018 dan triwulan pertama 2019 karena tidak adanya peristiwa accident terjadi.

” Saya berharap kita terus mengembangkan safety culture dan mempertahankan Zero accident,” kata Marsekal TNI Yuyu Sutisna melalui Kolonel Pnb Dirk Poltje Lengkey.

Kemudian TNI AU juga telah melaksanakan operasi selain perang dalam rangka membantu korban bencana alam Lombok dan Palu, pesawat angkut TNI AU telah mengangkut 26.801 orang dan 2.860 ton logistik pada kedua operasi bantuan sosial tersebut.

Selanjutnya pada pelaksanaan latihan Angkasa Yudha 2018, simulasi perang udara dilaksanakan dengan model dua belah pihak di kendalikan yang dilaksanakan dengan memanfaatkan sistim olah Yudha Seskoau. Hal ini merupakan milistone bagi TNI AU untuk melaksanakan simulasi dua pihak yang di kendalikan.

Dan selanjutnya TNI AU telah menciptakan program-program bantuan untuk kesejahteraan prajurit pada tahun 2018 yaitu program santunan kepada 104 keluarga prajurit yang gugur dalam tugas berupa beasiswa untuk putra-putri sampai lulus kuliah.

TNI AU juga mengadakan program pembangunan 100,000 rupiah prajurit 2018 dan telah terbangun 1.130 unit rumah yang akan dilanjutkan dengan sasaran 2000 rumah ditahun 2019.

Pada tahun 2018 jajaran logistik TNI AU telah melakukan inovasi dalam rangka mengefisiensikan pembangunan dalam rangka penghematan anggaran.

Kasau juga menjelaskan bahwa ada beberapa program prioritas TNI AU 2019 yaitu melanjutkan program road to zero acciden untuk mempertahankan Zero accident, mempercepat program pengadaan alutsista, memperkuat organisasi dan sistim pertahanan udara serta pembangunan network centric warfare TNI AU akan membentuk satuan baru yaitu Skadud 33, satrudal PAM ibu kota serta 3 destasemen Hanud dan beberapa lanud akan ditingkatkan menjadi tipe A .

Usai melaksanakan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan acara syukuran dan panggung prajurit dimana Danlanud serta ibu memberikan tumpeng dan memotong kue tart ulang tahun pada prajurit termuda, prajurit tertua yang akan pensiun serta pada ibu Pia Ardhya Garini yang termuda dan tertua. (Kiel)

Tags
Show More

Related Articles

Close