Politik

Pidato Prabowo Dianggap Langgar Aturan KPU

image_pdf

BeritaNasional.ID Jakarta – Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan melihat pidato kebangsaan oleh calon Presiden Prabowo Subianto, Senin (15/1/2019), melanggar aturan kampanye. Hal ini merujuk pada aturan KPU RI tentang jadwal kampanye di media massa.

Peraturan itu tertuang dalam PKPU Nomor 23 Tahun 2018, yang menyebut kampanye di media massa baru boleh dilaksanakan sejak 24 Maret dan berakhir 13 April 2019. Sedangkan penyampaian visi misi bagian dari kampanye merujuk pada UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017, pada pasal 274 di mana visi, misi dan program merupakan bentuk materi kampanye.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan selain melanggar jadwal kampanye, penyampaian visi misi dalam pidato sebuah upaya menghilangkan prestasi.

“PDI Perjuangan tidak kaget dengan subtansi pidato visi misi Prabowo-Sandi. Selain melanggar aturan kampanye, apa yang disampaikan sesuai dengan watak Pak Prabowo, menyerang dan nihilkan prestasi Indonesia,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (15/1/2019).

Hasto juga menganggap upaya tersebut justru merugikan Prabowo sendiri. Dia menyebut perilaku Ketua Umum Gerindra itu merugikan secara elektoral. Pidato Prabowo, imbuhnya sarat dengan ilusi dan retorika.

“Menihilkan prestasi Pak Jokowi dan Pak JK hanya akan mengurangi elektoral Pak Prabowo-Sandi tidak hanya di Jawa dan Sulawesi. Masyarakat Sumatera, Kalimantan, NTT, Papua, dan Indonesia Timur lainnya yang telah merasakan sentuhan kebijakan Pak Jokowi-JK kami pastikan kurang respek dengan pidato retorika telepromter itu,” tandasnya.

“Retorika melawan berbagai bentuk ketidakadilan itulah yang terus mereka mainkan. Namun PDI Perjuangan meyakini bahwa bicara dengan rakyat adalah bahasa hati; bahasa kepedulian melalui sentuhan kepemimpinan merakyat, bukan sebaliknya,” lanjut Hasto.

Namun Hasto melihat ada satu hal yang dinilainya positif dari Prabowo semalam. Dia menyebut vokal dan intonasi Prabowo saat berpidato lebih baik. “Hal yang kami apresiasi dari pidato tersebut adalah vokal dan intonasi Pak Prabowo jauh lebih baik,” pungkas dia. (dki1/bn) 

Show More

Related Articles

Close