Nasional

Pilot Garuda Ancam Mogok Di Puncak Arus Mudik,Menhub Jadi Penengah Masalah

image_pdf

BeritaNasional.ID Jakarta – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi ingin menjadi penengah pada permasalahan yang terjadi antara karyawan dan direksi Garuda Indonesia. Budi juga bakal berkomunikasi dengan para pilot menyusul berhembusnya isu aksi mogok pilot saat arus mudik dan balik Lebaran.

“Proses komunikasi akan dilakukan, kemarin dirut sudah melakukan (komunikasi dengan para pilot). Hari Senin nanti dengan saya juga,” ujar Budi kepada wartawan di Jakarta,Senin (4/6/2018).

Budi telah mendapat laporan rencana mogok kerja para pilot ditunda. Namun, Budi mengaku tetap akan berkomunikasi pada semua pihak agar permasalahan yang terjadi di tubuh maskapai pelat merah itu segera terselesaikan.

“Jika dilakukan suatu introspeksi bersama dengan berbagai pihak, pasti ada jalan dan itu tidak terjadi. Saya mengimbau dan mendoakan itu terjadi,” ujar dia.

Soal kinerja keuangan Garuda, Budi menilai perlu proses panjang memperbaikinya. Menurut dia, mengubah kondisi keuangan perusahaan yang mengalami kerugian menjadi untung tak semudah membalikkan telapak tangan.

“Kerugian ini urusan korporasi, saya tidak yakin juga membalikan telapak tangan tiba-tiba jadi untung. Tidak mudah dan ada suatu proses panjang,” tuturnya.

Sementara itu, Presiden Asosiasi Pilot Garuda (APG) Captain Bintang Handono memastikan pilot mereka tak akan mogok kerja pada masa arus mudik dan balik Lebaran, 8-24 Juni 2018. Mogok merupakan pilihan terakhir terkait perselisihan antara direksi dan karyawan.

“Kami memberi waktu ke pemerintah 30 hari kerja untuk menanggapi permasalahan ini. Kami tidak pernah berbicara nanti Lebaran mau mogok dan sebagainya,” tegasnya.

Ketua Umum Serikat Karya PT Garuda Indonesia (Sekarga) Ahmad Irfan Nasution sebelumnya mengungkapkan permasalahan Garuda terletak pada manajemen perusahaan, kondisi keuangan, nilai saham, hingga pembengkakan jumlah direksi.

Akibat masalah itu, sekitar 15.000 pilot dan 5.000 kru Garuda Indonesia berencana melakukan aksi mogok kerja. Deklarasi dilakukan pada 2 Mei, mereka menunggu tanggapan pemegang saham atau pemerintah hingga 19 Juni 2018.

“Jika tidak diperhatikan, kami akan melakukan mogok. Semua karyawan akan mogok kerja termasuk pilot dan kru pesawat,” tegas Irfan dalam jumpa pers di Pulau Dua Restaurant Senayan, Jakarta, Rabu (2/5/2018). (Sarif/dki)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close