
BeritaNasional.ID, Batam Kepri — Apresiasi penuh disampaikan oleh Ketua Umum (Ketum) Alia si LSM Ormas Peduli Kepri, Ismail Ratusimbangan kepada jajaran Polresta Barelang Batam atas keberhasilan dalam mengungkap sindikat barang seken di kota Batam, Minggu (09/11/2025).
Kepada media, Ismail menyampaikan bahwa sindikat barang seken di Kota Batam semakin merajalela, jika dahulu mereka melakukan penyelundupan melalui pelabuhan tikus dan memakai kapal kayu, tetapi saat ini sungguh mencengangkan, masuk melalui jalur hijau, pelabuhan resmi dengan kontainer, tentunya menjadi perhatian kita semua.
Apakah pengawasan Bea cukai Batam lemah atau dilemahkan, mengingat barang tersebut masuk melewati jalur resmi, dan kontainer tersebut gembok mau stiker memakai logo Bea cukai, hal ini cukup mengherankan publik dan diharapkan kepada pihak Bea cukai Batam untuk segera memberikan keterangan terkait hal tersebut.
Dalam masalah ini publik berharap jajaran Polresta Barelang dapat mengembangkan kasus ini hingga tuntas, sebab terlihat semudah itu barang-barang seken tersebut bisa lolos masuk ke Kota Batam dan ini tentunya sudah berlangsung lama, maka Bea cukai Batam harus bertanggung jawab.
Ismail melanjutkan, publik juga berharap agar Dirjen Bea Cukai dan Menteri Keuangan atensi dengan masalah ini, sebab bukan hanya barang bekas saja yang bisa lolos dengan mudah masuk ke Kota Batam tetapi limbah B3 juga cukup mengerikan.
Apakah ini ada unsur kesengajaan atau memang bagian dari pada sindikat yang terorganisir?
Melalui berita yang ditayangkan ini, Aliansi LSM Ormas Kepri Peduli menyatakan dukungan terhadap jajaran Polresta Barelang untuk mengungkap pelaku yang memasukkan barang yang diamankan saat ini karena sudah sangat merugikan negara dan masyarakat.
Jika ada pihak yang sengaja ingin menghambat pengembangan kasus ini, atau ada pihak yang mengintervensi jajaran Polresta Barelang kita dukung dan mensupport serta tidak perlu ragu sikit pelaku ke akar – akarnya, jika perlu kita bisa turun aksi damai kekantor Dirjen Bea cukai dan Menteri Keuangan di Ibu Kota.
(prmtillahi/Bernas)



