Prof. Taneo Legowo, Dukung Penuh Rektor Terpilih Undana

BeritaNasional.ID, KUPANG — Salah satu dari tiga kandidat Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) periode 2025–2029, Prof. Malkisedek Taneo, menunjukkan keteladanan akademik dengan menerima hasil pemilihan rektor dengan penuh sukacita dan sikap legowo.
Dalam Rapat Senat Tertutup yang digelar di Aula Rektorat Lantai 3 Undana, Selasa (2/12/2025), ia memperoleh 4 suara.
Dalam keterangannya, Prof. Taneo mengawali dengan ungkapan syukur karena dapat mengikuti seluruh tahapan hingga proses pemilihan final.
“Sekali lagi saya bersyukur kepada Tuhan karena kebaikan dan kemurahan-Nya sehingga saya bisa sampai pada tahap ini. Saya juga berterima kasih kepada semua anggota Senat Undana, mulai dari ketua, sekretaris, seluruh anggota senat, serta panitia yang bekerja sangat baik hingga proses ini berjalan lancar,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang diwakili oleh Dirjen Dikti, yang hadir membawa suara menteri dalam pemilihan tersebut.
“Saya bersyukur dan berterima kasih karena suara menteri telah diikutkan dalam pemilihan hari ini. Terima kasih juga kepada teman-teman media yang selama ini setia mendukung kami selama proses berlangsung,” urainya.
Meski tidak terpilih, Prof. Taneo menegaskan bahwa ia menerima hasil pemilihan tersebut dengan penuh sukacita dan tanpa beban.
Sikap ini selaras dengan prinsip yang ia pegang sejak awal pencalonan, yakni mengikuti setiap tahap tanpa mencederai calon lain.
“Saya menerima hasil ini dengan sukacita. Sejak awal, prinsip saya adalah mengikuti proses tahap demi tahap tanpa mencederai calon lain. Karena itu, apa pun hasilnya hari ini, saya tetap bersyukur,” tegasnya.
Prof. Taneo juga menegaskan komitmen kuat untuk mendukung Rektor terpilih, Prof. Jefri S. Bale, demi kemajuan Undana.
Ia mengungkapkan bahwa kebersamaan dan semangat persaudaraan merupakan kunci membangun kampus ke arah yang lebih baik.
“Sebagai salah satu calon, saya mendukung seratus persen rektor terpilih, Prof. Jefri. Hingga saat pelantikan dan setelahnya, semua kebijakan dan program untuk membangun Undana pasti saya dukung. Prinsip saya adalah kita membangun Undana dalam kerangka persaudaraan. Undana, jaya, jaya, jaya,” katanya.
Pernyataan dan sikap Prof. Taneo memberikan contoh positif bagi civitas academica Undana.
Di tengah dinamika pemilihan rektor, ia menunjukkan etika, penghargaan terhadap proses demokrasi, dan komitmen terhadap persatuan kampus.
Pria kelahiran TTS ini menutup pernyataannya dengan harapan agar Undana terus maju, berkembang, dan berjaya di masa mendatang.
Sikap sportif tersebut mendapat perhatian positif dari berbagai pihak karena mencerminkan nilai luhur akademik—bahwa kompetisi bukanlah alasan untuk memecah belah, tetapi sebuah ruang untuk memperkuat kolaborasi demi masa depan Undana yang lebih baik.*
Alberto/Bernas



