Nusa Tenggara Timur

Menuju Pelantikan 8 Desember, Undana Siap Sambut Kepemimpinan Baru

 

BeritaNasional.ID, KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi menuntaskan proses pemilihan rektor periode 2025–2029 melalui Rapat Senat Tertutup yang digelar pada Selasa, 2 Desember 2025, di Aula Rektorat Lantai 3.

Seusai pelaksanaan pemilihan, Rektor Undana, Prof. Maxs U.E. Sanam, menyampaikan tanggapan sekaligus pesan penting bagi civitas akademika dalam menyongsong kepemimpinan baru.

Dalam keterangannya, Prof. Maxs mengungkapkan rasa syukur karena seluruh proses pemilihan berlangsung lancar, tertib, dan sesuai tahapan tanpa hambatan.

Ia menyebut bahwa Undana patut berbangga karena mampu menjalankan agenda besar ini tepat waktu, sementara beberapa perguruan tinggi lain mengalami penundaan akibat dinamika internal maupun faktor bencana alam.

“Kita bersyukur bahwa proses pemilihan rektor ini sudah berjalan sesuai pentahapannya. Di beberapa tempat terjadi penundaan karena dinamika tertentu atau bencana alam, tetapi di Undana prosesnya berjalan sesuai jadwal,” ujarnya.

Lebih jauh, Prof. Maxs menekankan bahwa pemilihan rektor bukan sekadar prosedur administratif, melainkan bagian dari rencana besar yang sudah ditetapkan.

Ia menyatakan bahwa pimpinan baru Undana merupakan sosok yang telah dipilih oleh kehendak Tuhan.

“Seperti yang dikatakan Pak Dirjen Diktisaintek dan juga Pak Menteri, sesungguhnya rektor Undana 2025–2029 itu Tuhan sudah tentukan. Kita hanya dipakai sebagai tangan untuk mewujudkan kehendak Tuhan. Semua berjalan baik dan semua pihak menerima hasilnya,” katanya.

Rektor kemudian mengajak seluruh komponen universitas untuk kembali bersatu setelah proses pemilihan selesai.

Menurutnya, harmoni dan kebersamaan adalah kunci agar rektor baru dapat memimpin secara efektif.

“Tugas kita sekarang adalah mendukung rektor terpilih untuk bekerja dengan baik. Semua perbedaan pandangan dan visi harus kita kembalikan pada keseimbangan baru demi kemajuan Undana,” tegasnya.

Prof. Maxs juga mengingatkan bahwa tantangan dunia pendidikan tinggi semakin besar dan kompleks sehingga rektor baru harus mampu memberdayakan seluruh sumber daya manusia Undana.

Ia menolak pola kerja individualistis dan menegaskan bahwa kolaborasi adalah satu-satunya jalan untuk membawa Undana melaju lebih cepat.

“Rektor tidak bisa bekerja sendiri; harus mampu memberdayakan dan memfungsikan seluruh sumber daya, terutama SDM Undana, agar berkontribusi membangun kampus ini jauh lebih maju. Tidak boleh ada yang bekerja sendiri-sendiri, karena itu sangat merugikan,” jelasnya.

Selain menyampaikan pesan bagi pemimpin baru, Prof. Maxs turut mengenang berbagai capaian penting yang berhasil diraih Undana selama masa kepemimpinannya.

Ia menilai peningkatan akreditasi institusi hingga meraih predikat Unggul serta naiknya akreditasi sejumlah program studi merupakan buah kerja keras seluruh unit kerja di Undana.

“Capaian akreditasi institusi kita sampai menjadi unggul dan peningkatan akreditasi prodi—itu semua adalah syukur bagi saya sebagai pimpinan tertinggi. Namun saya tidak boleh melupakan bahwa semua itu adalah hasil kerja bersama,” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, Prof. Maxs berharap semangat gotong royong dan kolaborasi yang selama ini menjadi budaya kerja Undana dapat terus dijaga dan diperkuat di bawah kepemimpinan rektor yang baru.

Dengan tuntasnya pemilihan dan dukungan penuh dari pimpinan universitas, Undana kini memasuki fase transisi menuju era baru yang dijadwalkan resmi dimulai pada pelantikan rektor tanggal 8 Desember 2025.*

Alberto/Bernas

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button