Nasional

Kapolri Beri Rumah Secara Simbolis Kepada Keluarga Korban Kerusuhan Mako Brimob

BeritaNasional.ID Jakarta – Keluarga polisi yang gugur dalam kerusuhan di Markas Komando Brigade Mobile (Mako Brimob), Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, mendapatkan santunan berupa rumah tinggal. Bantuan itu diberikan para donatur yang peduli kepada keluarga korban.

“Untuk anggota yang gugur dalam peristiwa di Mako Brimob masing-masing diberikan satu rumah,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat penyerahan bantuan secara simbolis di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, (18 Mei 2018).

Menurut dia, donatur bersimpati kepada anggota Korps Bhayangkara yang gugur di tangan pelaku teror. Namun, Tito enggan menyebut siapa donatur tersebut lantaran alasan keamanan.

“Ada banyak pihak-pihak yang ingin membantu baik rumah maupun biaya dan lain-lain, sedang diakomodasi dan akan diserahkan,” ujar dia.

Selain santunan rumah, polisi yang gugur juga mendapat kenaikan pangkat luar biasa. Apresiasi ini diberikan sebagai bentuk penghormatan lantaran mereka telah membaktikan diri kepada bangsa dan negara.

“Pemberian tali asih ini ada beberapa anggota yang gugur di Mako Brimob, ada enam orang. Lima karena diserang di rutan (rumah tahanan) dan satu anggota pada malam hari setelah itu juga diserang,” tutur Tito.

Sementara itu, enam polisi yang gugur dalam kerusuhan di Rutan Cabang Salemba, Mako Brimob, pada Selasa, 8 Mei 2018, adalah:

1. Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji Siswanto, sebelumnya bertugas di Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.
2. Aipda Luar Biasa Anumerta Denny Setiadi, sebelumnya bertugas di Polda Metro Jaya.
3. Brigpol Luar Biasa Anumerta Fandy Setyo Nugroho, sebelumnya bertugas di Densus 88 Antiteror Polri.
4. Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli, sebelumnya bertugas di Densus 88 Antiteror Polri.
5. Birptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas, sebelumnya bertugas di Densus 88 Antiteror Polri.
6. Bripka Anumerta Marhum Prentje, sebelumnya Anggota Satuan Intel Brimob Kelapa Dua Depok.

Sementara ditempat berbeda dua anggota kepolisian korban bom gereja di Santa Maria, Ngagel Madya, Surabaya, diberikan kenaikan pangkat luar biasa. Penghargaan itu diberikan kepada Aiptu Ahmad Nurhadi dan Aiptu Junaedi. (dki1/bams)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close
Close