Artikel

Silase: Solusi Pakan Murah dan Efektif Bagi Peternak Rakyat di Indonesia

Oleh : Dr. Ferry Lismanto Syaiful

Para peternak rakyat di Indonesia sering kali dihadapkan pada masalah ketersediaan pakan yang tidak stabil sepanjang tahun. Kondisi ini, terutama pada musim kemarau dimana hijauan segar sangatlah terbatas, sehingga peternak terpaksa mengeluarkan biaya lebih besar untuk membeli pakan komersial yang mahal.

Selain itu, pemberian hijauan pakan pada ternak di musim hujan juga dapat menimbulkan penyakit bagi ternak ruminansia (kambing, domba, dll), seperti penyakit bloat/ kembung, dan lainnya. Disisi lain, tantangan besar yang dihadapi peternak rakyat di Indonesia khususnya di daerah pedesaan, yakni pemenuhan akan kebutuhan pakan yang berkualitas.

Seiring dengan fluktuasi harga pakan ternak di pasaran, sehingga para peternak semakin kesulitan dalam memperoleh pakan yang murah yang bernilai gizi tinggi.

Menyikapi hal ini, salah satu solusi pakan adalah penerapan teknologi silase. Teknologi pakan silase merupakan metode pengawetan pakan hijauan melalui proses fermentasi anaerob (tanpa oksigen). Pakan yang digunakan dalam silase biasanya berupa tanaman hijauan (rumput, jagung, jerami padi, atau limbah pertanian, dll).

Melalui teknologi ini dapat mempertahankan kandungan nutrisi hijauan agar bisa disimpan dan digunakan dalam jangka waktu lama. Hal ini tentu
dapat mengatasi pasokan pakan segar menurun drastis pada musim kemarau/ dimasa kekurangan pakan sehingga dapat menjamin ketersediaan pakan sepanjang tahun. Selain itu juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap
pakan komersial yang mahal.

Teknologi silase dapat memberikan berbagai manfaat bagi peternak rakyat, baik dari sisi efisiensi biaya maupun peningkatan produktivitas ternaknya.

Pemanfaatan bahan pakan lokal sebagai pakan ternak dapat menekan biaya pakan hingga mencapai 40%. Selain itu, silase terbukti mampu mempertahankan nilai gizi pakan, meningkatkan kecernaan serat kasar dan menjaga kadar protein di
dalam pakan yang penting bagi pertumbuhan dan kesehatan ternak.

Beberapa peternak melaporkan bahwa penggunaan silase sebagai pakan ternak memberikan peningkatan signifikan terhadap produksi susu dan berat badan ternaknya. Hal ini tentunya berdampak langsung pada peningkatan pendapatan mereka.

Keuntungan lain dari teknologi silase adalah proses pembuatannya yang sederhana dan murah. Peternak tidak memerlukan teknologi canggih atau peralatan mahal. Selain itu, bahan pakan yang digunakan untuk silase, seperti jerami padi, rumput
gajah, atau daun jagung, dll. Bahan pakan dari limbah pertanian ini selalu tersedia dan melimpah serta harganya yang murah bahkan gratis. Hal ini tentunya dapat membantu meminimalkan limbah pertanian dan mengurangi ketergantungan
peternak terhadap pakan komersial yang mahal tersebut.

Dari beberapa peternak melaporkan bahwa pemanfaatan limbah ini dapat menghemat biaya pakan mencapai 40%. Selain itu, pengolahan limbah pertanian menjadi pakan berkualitas, hal ini menjadikan silase sebagai solusi pakan yang ramah lingkungan.

Pada akhirnya, silase bukan hanya sekadar teknologi pakan, namun teknologi silase ini dapat menjadi solusi inovatif yang praktis, efisien dan ekonomis bagi peternak rakyat di Indonesia dalam mengoptimalisasi ketersediaan pakan berkualitas secara kontinyu, dengan biaya yang murah dalam rangka meningkatkan efisiensi dan produktivitas ternak. Selanjutnya teknologi silase dapat memberikan manfaat besar, proses yang sederhana, dan manfaat gizi yang tinggi serta biaya pakan yang lebih murah. Melalui teknologi ini sangat layak diterapkan oleh peternak, dengan mulai menerapkan teknologi silase ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha peternakannya dalam upaya mendukung perkembangan sektor peternakan.

(prmtillahi/Bernas)

Lihat Selengkapnya

Related Articles

Back to top button