Sosok BRIPKA ADIARTA EKA WARDHANA, SH, Mengabdi dengan Prestasi untuk Institusi Polri

Beritanasional.id, MAKASSAR, – Di balik seragam kepolisian yang dikenakannya, BRIPKA Adiarta Eka Wardhana, SH, dikenal sebagai sosok penyidik yang mengedepankan dedikasi, profesionalisme, dan integritas dalam menjalankan tugas. Berbagai penghargaan yang diraihnya menjadi bukti nyata pengabdiannya kepada institusi Polri dan masyarakat.
Pengabdian Adiarta kembali mendapat apresiasi setelah resmi menyandang pangkat Brigadir Polisi Kepala (Bripka). Kenaikan pangkat tersebut ditandai melalui Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat yang digelar di halaman Mapolda Sulsel pada Selasa, 30 Juni 2026.
Upacara dipimpin Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandani Rahardjo Puro, SH, MH, serta dihadiri para pejabat utama Polda Sulsel dan Bhayangkari Polda Sulsel. Berdasarkan Surat Telegram Kapolda Sulsel Nomor STR/532/VI/2026 tanggal 25 Juni 2026, Adiarta resmi naik pangkat dari Brigpol menjadi Bripka pada periode 1 Juli 2026.
Pria yang akrab disapa Cakra ini merupakan alumni SMA Negeri 11 Makassar tahun 2012. Semangatnya dalam menuntut ilmu tidak berhenti setelah menjadi anggota Polri. Di tengah kesibukan bertugas, ia berhasil menyelesaikan pendidikan Strata Satu dan meraih gelar Sarjana Hukum di Universitas Indonesia Timur pada 2021.
Kariernya di Kepolisian Negara Republik Indonesia dimulai setelah mengikuti pendidikan Bintara Polri di SPN Polda Sulsel Angkatan XXXVII Tahun 2013. Penugasan pertamanya berada di Polres Enrekang sebelum kemudian dipercaya bertugas di Subdirektorat I Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulsel. Hingga kini, ia tetap mengemban amanah sebagai penyidik di satuan tersebut.
Selama mengabdi sejak 2013, Adiarta telah menerima Satyalencana Pengabdian 8 Tahun dan sederet penghargaan atas dedikasi serta prestasinya di bidang penegakan hukum.
Pada 2019, ia menerima penghargaan dari Ketua Bawaslu Republik Indonesia atas dedikasinya sebagai penyidik Sentra Gakkumdu Provinsi Sulawesi Selatan. Bersama tim, Sentra Gakkumdu Sulsel berhasil meraih penghargaan sebagai Sentra Gakkumdu Terbaik I Tingkat Nasional dalam ajang Bawaslu Award 2019.
Setahun kemudian, Kapolda Sulsel kembali memberikan penghargaan kepada Adiarta atas prestasinya sebagai personel yang mengawaki Sentra Gakkumdu Terbaik I Tingkat Nasional dalam penanganan tindak pidana Pemilu DPR, DPD, DPRD, serta Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden di Sulawesi Selatan.
Prestasi Adiarta semakin bersinar pada 2025. Dalam satu tahun, ia berhasil meraih lima penghargaan sekaligus.
Penghargaan pertama diberikan Kapolda Sulsel atas keberhasilannya mengungkap kasus pengrusakan, pembakaran, dan pencurian di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, DPRD Kota Makassar, serta Kantor Fungsional Bank BPD Sulselbar yang sempat menjadi perhatian publik.
Prestasi berikutnya mengantarkannya menerima Pin Emas dan penghargaan dari Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional atas keberhasilan menyelesaikan target operasi utama dan target operasi tambahan tindak pidana pertanahan.
Masih pada tahun yang sama, Ketua Bawaslu Republik Indonesia memberikan dua penghargaan kepada Adiarta atas kinerjanya sebagai anggota Sentra Gakkumdu Provinsi Sulawesi Selatan pada Pilkada Serentak 2024 dan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palopo. Selain itu, Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan juga memberikan penghargaan atas dedikasinya sebagai anggota Sentra Gakkumdu pada penyelenggaraan Pilkada Serentak 2024.
Di balik tugasnya sebagai penyidik, Adiarta juga merupakan sosok kepala keluarga. Ia menikah dengan Anna Junaeny pada 2016 dan telah dikaruniai dua orang putri.
Kenaikan pangkat yang diraih Adiarta turut mendapat apresiasi dari Kompol (Purn) Abd. Rahman, alumni Seba Polsuk VII SPN Batua Ujung Pandang Tahun 1988–1989 dan Setukpa Angkatan XXXVII Tahun 2009. Purnawirawan Polri yang pernah bertugas di Unit Provos Polrestabes Makassar, Bidpropam Polda Sulsel, serta menjabat Kapolsek Tempe Polres Wajo itu berharap Adiarta terus menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
“Saya berharap Adiarta melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab dan profesional serta tidak melakukan pelanggaran sekecil apa pun. Semoga suatu saat kelak menjadi perwira Polri yang bekerja dengan ikhlas untuk mengayomi, melayani, dan melindungi masyarakat serta menegakkan hukum,” ujar Abd. Rahman.
Kenaikan pangkat menjadi Bripka bukan sekadar penambahan tanda kepangkatan di pundak Adiarta. Lebih dari itu, capaian tersebut menjadi pengakuan atas dedikasi, integritas, dan prestasi yang telah ditunjukkannya selama lebih dari satu dekade mengabdi sebagai anggota Polri. Dengan rekam jejak tersebut, BRIPKA Adiarta Eka Wardhana diharapkan terus memberikan kontribusi terbaik bagi institusi Polri, penegakan hukum, dan pelayanan kepada masyarakat. (***)



