Selamat atas Pelantikan dan Pengucapan Sumpah / Janji Anggota DPRK Aceh Besar, Masa Jabatan 2019-2024
Ragam

Specialis Pembobol ATM Bank BNI Asal Palembang Berhasil Dibekuk Di Banyuwangi

image_pdf

BeritaNasional.ID,
BANYUWANGI – Spesialis tindak kejahatan anjungan tunai mandiri (ATM) berhasil diungkap jajaran Polsek Kalipuro. Dalam pers rilis yang dipimpin Kapolres Banyuwangi, AKBP. Agus Yulianto, satu dari tiga pelaku yang berhasil dibekuk, dipamerkan dihadapan puluhan awak media, Selasa sore (29/8/17).

Pelaku yang langsung naik status sebagai tersangka itu bernama Ahmad Rahman (24). Dia merupakan pelaku kejahatan spesialis ATM asal Desa Bedeg Blambangan, Kecamatan Buay Rujung, Kabupaten Ogan Kemiring Ulu (OKU), Propinsi Sumatera Selatan. Tersangka ini beraksi tidak sendirian. Bersamanya ada dua nama lain, yakni RN (21) dan PN (25), yang sama-sama dari Palembang, dan turut dalam menjalankan aksi jahatnya. Namun sayang dua nama yang diinisialkan tersebut masih buron. Keduanya kabur begitu usai melakukan kejahatan.

Kapolres AKBP. Agus Yulianto menjelaskan, peran tersangka Ahmad Rahman dalam sindikat pembobolan ATM adalah sebagai pengawas lapangan plus pembantu warga yang kartu ATM-nya tersangkut di mesin anjungan tunai mandiri. Sedangkan RN dan PN berperan memasang stiker call center palsu yang seolah-olah dipasang pihak bank.

“ATM yang dijadikan modus kejahatan milik Bank BNI. Setidaknya ada tiga lokasi ATM BNI, satu di Jember dan dua di wilayah Banyuwangi,” papar Agus Yulianto.

Dikatakan oleh Agus, ketiga pelaku beraksi diwilayah timur Jawa dan dimulai dari Bogor. Dari kota hujan itu, ketiganya naik pesawat turun di Surabaya. Perjalanan berlanjut menuju Kota Jember. Di sini, ketiganya membeli dua unit sepeda motor Yamaha Mio yang kemudian digunakan sebagai alat kejahatan.

Lokasi aksi pertama sebuah ATM dilingkungan SPBU kota Suwar-Suwir. Modusnya, RN, PN dan Ahmad Rahman mendatangi ATM BNI yang hendak dijadikan target. Saat situasi sepi, RN dan PN masuk ke bilik ATM untuk memasang stiker call center serta memasang plastik mika menggunakan gergaji besi.

“Tersangka Ahmad Rahman bagian memantau calon korban yang menggunakan mesin ATM. Begitu korban masuk dan kartu ATM-nya nyangkut, tersangka pura-pura membantu korban dengan menyuruh menghubungi call center palsu yang dipasang dua rekannya,” urainya.

Dari Jember, aksi terus diperluas hingga ke Banyuwangi. ATM BNI di wilayah Rogojampi kali ini dijadikan sasaran. Modusnya sama seperti yang dijalankan di wilayah kota Jember. Di kota Suwar Suwir ini, modus kejahatan yang digelar ketiga pelaku menuai hasil. Seorang korban tanpa sadar mengikuti petunjuk tersangka seraya memberikan nomer PIN ATM-nya. Pasca korban pergi kartu ATM yang tertinggal ditarik dan dioperasikan ulang oleh pelaku.

“Uang hasil kejahatan Rp 3 juta berhasil kita sita. Gergaji besi yang digunakan untuk memasukkan mika ke dalam mesin ATM juga dijadikan alat bukti,” imbuh Agus.

Kedok pelaku ini terungkap saat para pelaku beraksi di ATM BNI yang ada di Hotel Mirah, Kecamatan Kalipuro. Semula RN dan PN sukses memasang alat pengganjal kartu ATM calon korban. Sialnya, tersangka Ahmad Rahman yang hendak menarik kartu ATM korban yang tersangkut di mesin penarikan dicurigai karyawan Bank BNI dan petugas keamanan hotel.

“Pelaku sempat mencongkel mesin ATM menggunakan obeng untuk mengambil ATM nasabah BNI yang tersangkut. Dia bahkan melepas stiker call center BNI palsu. Sampai akhirnya tersangka dihampiri oleh kedua saksi tapi malah berupaya menabrakkan sepeda motornya. Lalu Ahmad Rahman pun ditangkap,” tandas Kapolres Agus Yulianto. (mh.said)

Caption : Kapolres Banyuwangi, AKBP. Agus Yulianto didampingi Kasubaghumas AKP. Bakin dan Kapolsek Kalipuro, AKP. Supriyadi serta tersangka saat pers rilis di Mapolres, Selasa sore (29/8/17)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close