Tantangan Membangun Kepercayaan Kepada Polri

Shalom dan salam sejahtera bagi kita semua. Semoga kita senantiasa dilindungi oleh Tuhan.
Sehubungan dengan pemberitaan media terkait tindak tanduk Polri dalam pelaksanaan tugas nya sebagai Harkamtibmas sekaligus penegak hukum maka secara kelembagaan Polri tidak bisa menghindar dari pantauan publik dalam hal mengemban tugas – tugas Kepolisian, baik itu secara kelembagaan maupun secara personal. Hal ini perlu disimak dan dicermati secara baik oleh Polri sebab sistem kerja Polri diibaratkan seperti sebuah aquarium, dan hal tersebut telah diimplementasikan oleh Bapak Kapolri melalui program “*PRESISI*”.
Sehubungan dengan Kasus Irjen Ferdy Sambo tentu Polri sangat terpukul dan sangat terpojok dengan pemberitaan media sehingga Polri harus cermat dan bijak dalam menanggapi kritik masyarakat / Netisen dengan berbagai macam spekulasi – spekulasi dan tentu Polri harus berbenah diri, mengintropeksi diri serta melakukan langkah – langkah konkrit demi menjawab dan mengimplementasikan progran Presisi secara baik dan bertanggung jawab.
Maka untuk menjawab program presisi yang telah digaungkan oleh Bapak Kapolri maka Polri perlu melakukan reformasi terhadap dirinya dan berani mengoreksi diri sendiri demi kebaikan bersama secara kelembagaan.
Berkaitan dengan pemberitaan akhir – akhir maka penulis perlu memberikan beberapa saran masukan sebagai bagian dari perhatian penulis terhadap Polri :
1. Secara kelembagaan Polri perlu mereformasi moral dan sikap transparan secara masif serta berkata jujur satu sama lain sesuai payung hukum yang berlaku.
2. Polri perlu mengaungkan kembali sikap jujur dan sederhana dari mantan Kapolri Jend. Polisi HOEGEONG IMAM SANTOSO.
3. Secara intern Polri perlu mereformasi kebijakan – kebijakan yang diluar aturan yang telah menjadi kebiasaan buruk dan dianggap benar dan mendorong personil untuk turut mengamini itu sebagai suatu keharusan,……………(boleh ditambahkan oleh pembaca tapi harus obyektif………………..)
4. Persoalan pada point III perlu dicermati secara baik dan mendalam sebab dampak negatif yang ditimbulkan akan sangat besar sepanjang Polri mampu menyikapi tulisan singkat ini secara *IMAN*
5. Program Polri baik adanya namun dalam pelaksanaan masih terdapat oknum – oknum personil yang belum meresapi tugas Polri sebagai bagian dari ibadah sehingga sering menyalahgunakan kewenangannya sebagai Abdi Negara dan semua yang dilakukan akan berdampak buruk pada lembaga Polri itu sendiri.
6. SATYAHAPRABU merupakan tujuan dari Loyalitas, berdirilah pada koridor institusi BHAYANGKARA SEJATI dijabarkan sebagai kesetiaan terhadap TRIBRATA dan CATURPRASETYA.
*Tulisan ini murni dari hati dan bukan untuk mengkritik akan tetapi hanya sebagai saran dan masukan* apabila terdapat kata – kata yang menyinggung maka pada kesempatan ini penulis menghaturkan permohonan maaf yang sebesar besarnya*
Closing statment :
Jangan cepat cepat membuang makanan yang rasanya pahit dan jangan juga menelan makanan yang rasanya manis sebab keduanya memiliki rasa yang bermanfaat.
YANG MANIS JANGAN CEPAT DI TELAN , YANG PAHIT JANGAN CEPAT DI BUANG
*CULTURE POLRI YANG PRESISI*
PENULIS: BRIPKA M.H. BRIA
BANIT LANTAS POLSEK BIBOKI UTARA
RES TTU
POLDA NTT



