DPRD Prov Sulbar

Terkait Pasien Covid -19 Kabur , DPRD Sulbar gelar Rapat Pansus

Sulbar.Beritanasional.id –Sehubungan dengan adanya laporan tentang informasi yang beredar di masyarakat tentang kondisi pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Regional Sulbar serta adanya pasien yang melarikan diri dari RS tersebut. maka dari itu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulbar menggelar rapat gabungan Pansus untuk membahas persoalan tersebut di kantor DPRD Provinsi Sulawesi Barat.

Ketua DPRD Sulbar St. Suraidah Suhardi beserta Sekretaris Provinsi Sulbar, Muhammad Idris dan beberapa anggota dewan lainnya melakukan rapat melalui Video conference dengan pihak masyarakat dalam hal ini keluarga dari pasien Covid-19. dalam rapat tersebut Ketua DPRD Sulbar mengatakan dengan adanya kejadian ini ini dinilai sudah sangat mencoreng nama baik Sulawesi Barat itu sendiri, apalagi sudah menjadi pemberitaan nasional. dimana ini juga menjadi bukti refocusing anggaran yang telah disalurkan tidak dimaksimalkan. “Kita berharap refocusing atau pengalokasian anggaran ini betul betul digunakan. Akan tetapi fakta yang ada masih terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,’’ Kata Suraidah.

Menanggapai hal tersebut Sekprov Sulbar Muhammmad Idris, mengatakan permasalahan itu membutuhkan pemikiran yang matang secara bersama-sama dan berupaya menguatkan para tenaga medis “mari kita bersama-sama menguatkan kedepan para tenaga medis kita, jika tenaga medis kita tidak kuat maka akan berimbas pada yang lainnya,” kata pak sekprov.

lebih lanjut dikatakan bahwa penanganan Covid-19 di tiga bidang pada dasarnya dinilai tidak melalui Standar Operasional Prosedur (SOP) baik dikalangan pusat maupun di daerah itu sendiri.

Direktur RSUD Regional Sulbar, dr. Indahwati Nursyamsih berujar bahwa turut menyayangkan kejadian tersebut pasalnya tiga pasien tersebut sementara dalam proses penyembuhan sesuai protokoler kesehatan yang telah diatur oleh Kemenkes RI. Pasien yang melarikan diri dinilai memang mengalami tekanan psikologis dan tekanan luar dari keluarga, sehingga menyebabkan pasien mengalami stress dan tidak mengindahkan prosedur kesehatan yang semestinya dilalui, “ ungkap Indahwati. Hal itu justru berbahaya bagi pihak keluarga dan masyarakat sekitar, belum lagi informasinya sudah beredar ke tingkat nasional, yang membuat nama baik Pemprov sulbar serta gugus tugas menjadi tidak baik dimata masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan ini turut hadir Wakil Ketua I Usman Suhuriah, Wakil Ketua II Abdul Halim dan beberapa anggota dewan lainnya serta para kepala OPD lingkup Pemprov sulbar dan para undangan lainnya. humas dprd ( Humas Anca )

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close